Ayo,,, Jadi Nasabah Bank Sampah di Desa Anda

MUARABELITI- Gebrakan dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Musi Rawas untuk menggalakan masyarakatnya agar berlingkungan bebas sampah sekaligus menambah pendapatan ekonomi keluarga, patut didukung oleh semua lapisan masyarakat, tak terkecuali yang ada di pedesaan.
Intinya daripada membuang sampah disembarang tempat, lebih baik dikumpulkan kemudian dijual ke bank sampah bagi desa yang telah membentuk bank sampah.
Dan bagi desanya yang belum memiliki bank sampah, bisa juga membentuk sendiri dan dikoordinir oleh pihak swasta atau pribadi yang ingin menjadi koordinator didesanya.Sampah sampah rumah tangga itu nantinya ditampung di Bank sampah di BLHD Musi Rawas untuk kemudian diolah kembali serta dijadikan berbagai macam kerajinan tangan.
Hal ini seperti yang telah dilakukan oleh warga Desa Mataram Kecamatan Tugumulyo dan Desa P2 Purwodadi yang telah menjadi bank sampah binaan BLH Musi Rawas.
Lalu bagaimana caranya,? Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas, Hermerudin, Jum’at (27/01) mengatakan, untuk menggalakan masyarakat tidak membuang sampah disembarang tempat, pihaknya telah memiliki tempat penampungan sampah yang nantinya bisa langsung diproses melalui mesin.
Sampah jenis plastik dan kertas tersebut diolah kembali dan ada juga dijadikan bahan olahan kerajinan tangan.
Lalu bagaimana caranya, agar sampah-sampah rumah tangga itu bisa menjadi pendapatan tambahan?.
Dikatakannya, setiap rumah tangga harus menjadi nasabah bank sampah yang ada di desanya.Kemudian ada yang mengordinir dan petugas yang mengumpulkan sampah dari rumah warga tersebut.Setiap sampah yang diambil dari rumah warga ditimbang dan dihargai sesuai jenis sampah.
Sampah sampah yang diambil dari rumah warga dicatat dalam buku tabungan nasabah bank. Setiap tiga bulan, sampah yang diambil dari rumah warga tersebut dikalkulasikan nilai uangnya.
” Setiap tiga bulan, setelah dikalkulasikan nilai uangnya langsung kita bayar melalui petugas atau koordinator bank sampah di desa masing masing.
Petugas atau yang mengordinir bank sampah di pedesaan tidak usah repot – repot mengangkut sampah yang telah dikumpulkan dari rumah warga ke bank sampah di BLHD, cukup dikumpulkan di bank sampah di pedesaan, nanti petugas dari kami yang mengambilnya,”kata Hermer.
Menurut Hermer, saat ini bukan saja pihak desa yang telah menjadi binaannya, namun juga ada perusahaan dan sekolah sekolah yang telah menjadi mitranya membentuk bank sampah.
” Melalui gebrakan ini banyak keuntungan yang didapat, diantaranya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, menambah pemasukan keluarga serta menjadi lapangan kerja bagi yang belum bekerja.Asal yakin dan sungguh -sungguh, Insyaallah ini akan menjadi usaha besar,” katanya.
Hermer juga menargetkan pada 2018 ini desa desa yang membentuk bank sampah bertambah seiring pihaknya telah memiliki mesin pengolah sampah.
Untuk jenis sampah yang diterima di Bank sampah yakni jenis plastik,kertas, botol bekas, besi, kardus dan lain sebagainya.
“Ayo,!! Kita jadi nasabah bank sampah di desa kita masing masing,” kata Hermer.(fir)