Diduga “Berat Ujung”, Kakek Tega Setubuhi Cucu Tiri

MUSIRAWAS- Diduga Dua kali menyetubuhi anak dibawah umur, Usman (68) bakal lama “tebuang” (masuk penjara,red).

Korban yang menjadi pelampias nafsu seksual warga Desa Raksa Budi, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas ini adalah Mawar, ( bukan nama sebenarnya,red) yang tak lain cucu tirinya.

Pelaku yang kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek BTS Ulu itu diduga melanggar undang undang pidana sesuai rumusan Pasal 81 ayat 1 jo 76 D UU RI No.35 Thn 2014 perubahan atas UU  No 23 thn 2002 tentang perlindungan anak.

Pria berumur lanjut berprofesi sebagai petani ini diringkus personil Polsek BTS Ulu atas adanya laporan polisi nomor: LP/B06/II/2018/SUMSEL/RES.MURA/SEK.BTS ULu, tanggal 09 Februari 2018.

Informasi dihimpun inilahkito.com, perbuatan dilakukan pelaku yang diduga “berat ujung” (nafsu seks memuncak,red) ini, terjadi di perkebunan karet warga di Desa Raksa Busi Sp6 Kec.BTS Ulu Kabupaten Mura.

Menurut Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek BTS Ulu AKP Denhar, persetubuhan dilakukan pelaku terhadap korban pertama kali terjadi di bulan Mei 2017 sekitar pukul 12.00 wib.

Kronologisnya bermula korban bertemu pelaku saat korban sedang mencari bambu di perkebunan karet warga.
Saat korban sedang membuang air kecil, tiba-tiba pelaku mendekat dan berkata kepada korban ” Uken Cecet Mu ” (maaf, yang bearti minta kemaluan mu,red).

Lalu sambil memegang bahu, pelaku berhasil menidurkan korban, meskipun pelaku sempat didorong oleh korban.

Kemudian kejadian yang kedua kali lanjut Kapolsek, terjadi di bulan Oktober 2017sekitar pukul 13.00.Kejadiannya berawal korban mengambil rumput untuk makanan ternak di kebun milik pelaku.

Tiba-tiba bahu korban dipegang pelaku dan berkata “Uken Cecet Mu ” .

Pelaku juga berhasil menidurkan korban ketanah sambil membuka celana korban dan memasukan alat vitalnya kedalam (maaf red), kemaluan korban dengan melakukan gerakan maju mundur hingga pelaku orgasme.

Korban lalu mendorong pelaku sambil berlari menuju kerumah korban.

“Akibat kejadian itu, korban mengalami sakit di alat kelamin nya , trauma dan ketakutan,” katanya.

Dikatakan Denhar, setelah pihaknya mendapat laporan atas dugaan persetubuhan dilakukan pelaku, Kapolsek memerintahkan anggota Polsek BTS Ulu melakukan penyelelidikan kebenaran laporan dan menyelidiki keberadaan pelaku.

“Setelah mendapat info bahwa pelaku sedang berada di rumahnya di Desa Raksa Budi. Saya bersama personil langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku tanpa perlawanan,” katanya.

Kemudian pelaku di bawa ke Polsek BTS Ulu Cecar guna proses penyelidikan dan penyidikan.(fir)