Wakili 74 Kepala Daerah Se Indonesia, Hendra Gunawan Tanda Tangani PHD

ADVERTORIAL/INILAHKITO.COM

JAKARTA- Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan bersama Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Tetty Paruntu mewakili 74 Bupati/Walikota Se Indonesia menandatangani Perjanjian Hibah Daerah (PHD) secara simbolis.

Penandatanganan PHD tersebut berlangsung saat acara Forum Koordinasi Kebijakan dan Penandatanganan Perjanjian Hibah Daerah pada kegiatan Integrated Participatory Development and Management o Irrigation Project (IPDMIP) di Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta, Rabu, (14/02).

Sementara Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudi Resnawan mewakili 16 Gubernur se Indonesia Penerima Hibah Daerah.

Setelah penandatanganan dilanjutkan dengan peluncuran program IPDMIP diawali sama-sama membunyikan alat ‘’Simbal’’ yang merupakan alat music tradisional dari negeri China.

Kemudian dilanjutkan pemberian cindera mata oleh Sekjen Kementerian PUPR Kepada perwakilan Gubernur dan Bupati serta narasumber yang hadir.

Penandatanganan Perjanjian Hibah Daerah ini disaksikan langsung oleh Sekretaris Jendral Kementerian PUPR RI, Prof. Anita Pirmanti, Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas, Ir Wismana Adi Suryabrata, Direktur Singkronisasi Urusan Pemda I Kemendagri, Nyoto Suwignyo, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Boediarso Teguh Widodo, Sekertaris Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, Surahman Suhardi dan Perwakilan Asian Devloment Bank (ADB), Eric Quincieu serta Perwakilan IFAD Wilayah Asia, Candra Sumekto.

Perjanjian Hibah Daerah ini dilaksanakan selama 5 tahun terhitung dari tahun 2018-2023 dengan jumlah dana hibah $ 245 juta diperuntukan bagi 16 Provinsi dan 74 Kabupaten/Kota Se-Indonesia dari total anggaran $695 juta.

Khusus untuk Kabupaten Musi Rawas di alokasikan dana hibah sebesar Rp 23,3 Milyar.

Untuk tahun pertama (2018) Kabupaten Musi Rawas akan menerima Hibah Rp 1,583 Milyar, yang terbagi atas Dinas PU CTRP Rp 654 juta, Dinas Pertanian dan Peternakan Rp 608 Juta dan Bappeda Rp 321 juta.

Sekretaris Jendral Kementerian PUPR RI, Prof. Anita Pirmanti sebelum membuka acara secara resmi mengajak seluruh daerah penerima dana hibah agar bekerjasama untuk mewujudkan tujuan utama dari Program IPDMIP. Dirinya juga mengharapkan agar dana ini dapat dimanfaatkan sebaik dan seefesien mungkin sehingga dapat mencapai tartet program yang intinya untuk peningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudakn Indonesia yang lebih maju lagi.

Sementara itu, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Boediarso Teguh Widodo mengungkapkan program IPDMIP ini dibiayai oleh pinjaman luar negeri yakni dari Asian Develoment Bank(ADB) dan Internasional Fund for Agricultural Develoment (IFAD) dengan total pinjaman sekitar $695 juta.

Dikatakannya untuk hibah daerah ini setiap tahun terus meningkat. Jika dibandingkan tahun 2009 lalu, pemerintah pusat hanya menggelontorkan dana hibah sebesar Rp 31, 6 Milyar, namun di 2017 lalu sebesar Rp 5,4 Triliun.

Program IPDMIP ini akan memberikan manfaat kepada lebih dari 4 juta petani penggarap dan pemilik lahan irigasi seluas 2,5 juta hektar yang tersebar di 74 Kabupaten/kota dalam 16 Provinsi.

Kegiatan ini diperuntukan bagi provinsi dan kabupaten dengan kondisi jaringan irigasi yang rusak sedang hingga rusak berat.

Penyaluran dana hibah daerah ini berdasarkan surat dari Kementrian Keuangan RI tertanggal 6 Desember 2017 dengan nomor : S-591/MK.7.2017 perihal penetapan pemberian hiba daerah dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Mura sebesar Rp 23,3 milyar.

Ketentuan tindaklanjut mengenai pemberian dana hibah tersebut akan dituangkan dalam perjanjian hibah daerah antara Menteri Keuangan cq Direktur Pembiayaan dan Transfer Non Dana Perimbangan dengan Bupati Mura H Hendra Gunawan.

Bupati Musi Rawas disela-sela acara mengaku senang dan bangga, karena Musi Rawas kembali mendapatkan suntikan dana dari pemerintah pusat.

Diyakininya dengan banyaknya bantuan dan perhatian pemerintah kepada Kabupaten Musi Rawas, akan mempercepat pembangunan menuju Musi Rawas yang bebas dari status tertinggal.

Semangat AK5 (Ayo Kerja, Kerja, Kerja, Kerja dan Kerja) terus menunjukkan hasil dan ini menjadi penyemangat dalam membangun menuju Musi Rawas Sempurna.

Selain itu, dirinya merasa bangga karena dirinya bersama Bupati Minahasa Selatan mewakili 74 kabupaten/kota penerima dana ini secara simbolis menandatangani perjanjian hibah daerah kegiatan IPDMIP ini.

Dengan mewakili seluruh kepala daerah penerima, ini membuktikan bahwa Kabupaten Musi Rawas mulai dikenal dan mulai membahana di Bumi Nusantara.

Bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan sehingga Kabupaten Musi Rawas bisa kembali mendapatkan kepercayaan mendapatkan hibah dana program IPDMIP senilai Rp 23,3 Milyar.

Sebab tidak seluruh dan sembarang daerah yang mendapatkannya. Dibutuhkan kerja keras agar anggaran ini terus dijaga serta dapat dimanfaatkan secara terarah dan benar-benar mencapai sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia. (ADVERTORIAL/Inilahkito.com)