Penegak Hukum Dipersilahkan Proses Kades Selewengkan DD dan ADD

MUSIRAWAS- Di beberapa daerah, Kepala Desa telah ditetapkan sebagai tersangka karena tidak memanfaatkan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) dengan baik.

Hal ini diungkapkan Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan, saat meninjau pemanfaatan DD dan ADD di Desa Sukamulya, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas, Jum’at, (16/02).

Untuk itu dia selaku Bupati Musi Rawas berharap agar kades dan tim pelaksana berhati-hati dalam pemanfaatan ADD/DD.

Kepada masyarakat dan penegak hukum agar terus mengawasi, sehingga anggaran ini dapat digunakan sesuai peruntukannya.

“Jika diperjalanannya nanti ditemukan, dipersilahkan kepada penegak hukum untuk memproses sesuai dengan ketentuan yang ada,” katanya.

Dikatakannya ,guna meningkatkan perekonomian dan mencapai kesejahteraan masyarakat desa, Dia mengharapkan Kepala Desa beserta perangkatnya dapat memanfaatkan DD/ADD dengan baik dan efisien.

DD dan ADD yang mulai dikucurkan pada pemerintahan Presiden Jokowi-JK ini jelas Hendra, sangat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya dalam meningkatkan fasilitas dasar seperti infrastruktur jalan desa dan lingkungan, Jalan Pertananian, Badan Usaha Desa (Bumdes), Fasilitas Olahraga dan lainnya.

Jika tidak ada program DD dan ADD yang nominlanya pada kisaran Rp1 Milyar hingga Rp 1,5 Milyar ini, diyakini akan sulit untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, apalagi mencapai kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur dan mendukung program-program yang telah direncanakan.

Untuk mencapai hasil yang baik dalam mengelola kegiatan pembangunan atau program jelasnya, hendaknya Pemerintah desa dan masyarakat terus bersama-sama baik didalam melaksanakan Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Organising), Pengawasan (Monitoring) dan Evaluasi.

“Jika tahapan ini dilaksanakan dengan baik, maka apa yang dilaksanakan akan berdampak postitif bagi pembangunan desa dan masyarakat,” harapnya.

Dalam peninjauan tersebut Bupati Hendra juga langsung melakukan pengecekan pembangunan yang menggunakan DD/ADD seperti jalan setapak, Posyandu Melati, Bedah Rumah Ibu Kartini dan Lainnya.(rilis diskominfo/ editor firman)