Upaya Preventif, Sosialisasi dan Razia, Turunkan Angka Laka Lantas di Mura

MUSIRAWAS- Angka kecelakaan lalu lintas di Musi Rawas mengalami penurunan berkat langkah preventif , sosialisasi, razia dan membagikan helm SNI dilakukan Sat Lantas Polres Musi Rawas guna mengurangi kecelakaan di wilayah itu.

Tercatat dari 99 angka kecelakaan lalu lintas pada 2016 lalu, mengalami penurunan menjadi 63 kejadian laka lantas pada 2017.

Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Lantas Polres Musi Rawas, AKP Budi H Sutrisno, dikonfirmasi inilahkito.com, Rabu, (21/02), membenarkan angka kecelakaan lalu lintas di Musi Rawas mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

Penurunan angka kecelakaan tersebut tidak lepas dari upaya Sat Lantas Polres Musi Rawas yang intensif melakukan upaya preventif, sosialisasi, menggelar razia dan membagikan helm SNI.

Dikatakan Kasat Lantas, untuk menekan angka laka lantas, pihaknya juga bersama Dinas perhubungan bersinergi aktif turun kelapangan, dengan cara datang ke sekolah-sekolah.

Kemudian dengan cara turun langsung kelapangan guna mensosialisasikan kepada masyarakat cara berkendara yang baik dan benar, supaya menimbulkan tingkat kesadaran masyarakat dalam berkendara.

Selain itu pihaknya juga mengintensifkan personil-personil di titik-tikik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan, menggelar razia dan melakukan patroli.

Khusus untuk siswa siswi SMA, pihaknya sudah melakukan MoU ke sejumlah sekolah di Musi Rawas, terkait larangan siswa membawa kendaraan ke sekolah.

“Setelah sosialisasi ke sekolah sekolah, kita langsung menerapkan penilangan terhadap siswa yang menggunakan sepeda motor ke sekolah.Bukan saja menilang surat menyurat kendaraan, tapi kendaraannya kita kandangkan.Kita panggil orangtuanya dan membuat pernyataan agar tidak membawa kendaraan ke sekolah,” katanya.

Dikatakan Budi, pihaknya berterimakasih kepada Bupati Musi Rawas yang telah menyediakan bis sekolah, sebagai upaya mengurangi siswa membawa kendaraan sendiri ke sekolah dan upaya mengurangi kecelakaan lalu lintas ditingkat pelajar.

” Dengan telah disediakannnya bis sekolah, tidak ada alasan bagi siswa untuk membawa kendaraan sendiri,” katanya.

Kasat juga menjelaskan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Musi Rawas didominasi faktor kurangnya kesadaran pengendara berkendara yang baik dan benar.

“Terkadang hanya karena bersenggolan saja, tapi karena pengendara tidak menggunakan helm maka akibatnya jadi fatal dan menimbulkan korban,” katanya.

Selain itu jelasnya, faktor kondisi jalan yang berkelok dan rusak (lubang).

” Untuk itulah sedini mungkin kita tanamkan wawasan kepada anak anak tentang tata cara berkendara yang baik dan benar.Selain itu kami juga membagikan helm berstandar SNI sebagai upaya pencegahan kecelakaan di jalan raya,” katanya.

Kasat juga menambahkan, titik jalan dinilai rawan kecelakaan di Musi Rawas,yakni Kecamatan Muara Kelingi dan Muara Lakitan, mengingat wilayah itu merupakan jalan lintas timur.(fir)