Kasat Pol PP Mura Ngamuk

Saat Lepas Atribut Kampanye Ilegal

MUSIRAWAS-Kasat Pol PP Musi Rawas, Syamsul Joko Karyono, tiba – tiba ngamuk saat melakukan pencopotan alat peraga kampanye ilegal, di Jalan protokol Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Senin, (26/02).

Apa sebab?. Pasalnya saat Sat Pol PP bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Musi Rawas melakukan pencopotan alat peraga kampanye ilegal yang terpasang disepanjang jalan Tugumulyo, Kasat Pol PP mendapati pedagang pinggir jalan baik menggunakan mobil dan gerobak maupun membuat tenda, menggelar dagangannya dipinggir jalan dan memakan badan jalan.

” Ini jualan siapa, sudah diimbau jangan berjualan dipinggir jalan saat jam arus lalulintas sedang ramai, masih saja membandel.Cepat bereskan sebelum dagangannya kami angkut, “kata Kasat Pol PP.

Tak pelak, kehadiran Kasat Pol PP bersama sekitar 30 anggotanya itu membuat pedagang sepanjang jalan itu mengemas dagangannya dan buru- buru meninggalkan lokasi.

Dikatakan Joko, pihaknya sudah berkali-kali memperingatkan pedagang untuk tidak menggelar dagangannya saat siang hari atau saat jam arus lalu lintas sedang padat.

“Kalau sudah diatas pukul 4 sore, silahkan jualan asalkan tertib, “katanya.

Pantauan di lokasi, selain menegur pedagang di pinggir jalan, Kasat Pol PP juga memberikan peringatan kepada pedagang yang berada di depan pasar B Srikaton, Tugumulyo, agar atap auning tidak terlalu mencolok ke jalan.

“Atapnya jangan terlalu mencolok ke jan, takutnya menganggu pengguna jalan,” ujarnya menegur salah seorang pedagang.

Sejumlah pedagang yang takut dagangannya disita anggota Pol PP, tampak kucar kacir membereskan dagangannya. Namun tak lama berselang rombongan Pol PP meninggalkan lokasi, pedagang kembali menggelar dagangannya seperti biasa.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Musi Rawas, Khairul Anwar mengatakan, pihaknya bersama Pol PP Musi Rawas, saat ini memang sedang melakukan pencopotan alat peraga kampanye ilegal disepanjang jalan protokol Kecamatan Muara Beliti dan Tugumulyo.

Pencopotan alat kampanye ilegal ini akan diteruskan ke seluruh kecamatan yang ada di Musi Rawas.

Hingga hari ini menurut dia, sudah 1.234 alat peraga kampanye ilegal yang telah dicopot .

“Dari 1.234 alat peraga yang kami copot itu, ada juga dari yang bukan peserta calon Gubernur atau Wakil Gubernur Sumsel, tapi dari yang urung calon, “katanya.

Dikatakan Khairul, mengapa alat peraga kampanye itu disebut ilegal? Sebab jelasnya alat peraga tersebut bukan resmi dipasang oleh pihak KPU.

“Alat peraga kampanye yang resmi itu, yang dipasang KPU, “katanya singkat. (IK)

Editor : Firmansyah Anwar