Warga Miskin Berkurang, Bupati Syarif Ucapkan Rasa Syukur

MURATARA-Upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, dua tahun ini dalam mengentaskan kemiskinan di daerah itu telah menampakkan hasil.

Keberhasilan ini dilihat dari turunnya secara signifikan angka kemiskinan di kabupaten yang baru seumur jagung itu.

Semua ini tak lepas dari keseriusan Pemkab setempat menjalankan program – program penanggulangan kemiskinan sejak kabupaten yang masih berstatus tertinggal ini dipimpin H Syarif Hidayat dan H Devi Suhartoni menjabat sebagai bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara.

Kepala BAPEDDA Muratara, Erwin Syarif, Kamis, (08/03) mengatakan, program yang sudah terlaksana dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Muratara itu, diantaranya program pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat miskin serta pemberdayaan komunitas adat tertinggal.

Program lainnya, telah berjalannya industri pengolahan sirup jeruk, penyediaan air bersih dan MCK bagi mayarakat, serta program- program bantuan lainnya.

“Meskipun program-program ini belum optimal dilakukan, namun sudah menampakkan hasil,” katanya.

Dikatakan Erwin, penanggulangan kemiskinan ini tidaklah semudah membalik telapak tangan, tapi melalui proses panjang dan butuh keselarasan saling mendukung antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Muratara.

Menurut data BPS Kabupaten Musi Rawas dan Muratara, angka kemiskinan di Muratara dibanding tahun 2016 lalu turun sebesar 20 persen, dan pada 2017 ini turun lagi menjadi menjadi 19,49 persen.

Artinya, jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, orang miskin di daerah itu turun sebanyak 36.460 jiwa.

Kepala BPS Musi Rawas,   Aidil Adha mengatakan, penghitungan jumlah penduduk berdasarkan garis kemiskinan yakni batas kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach) makanan dan non makanan yang diukur dari sisi pengeluaran berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS 2017) dan Survei Sosial Ekonomi Daerah (SUSEDA 2017).

Menurut Aidil, penduduk yang masuk dalam kategori miskin, adalah rata rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan yakni sebesar Rp 417.875 perkapita perbulan.

“Jika diilustrasikan satu rumah tangga terdiri ayah, ibu dan 2 orang anak menggantungkan hidup pada seorang kepala rumah tangga yang penghasilannya hanya Rp1.500.000 per bulan, maka rumah tangga itu tergolong rumah tangga miskin,”katanya.

Sementara itu Bupati Muratara H Syarif Hidayat mengucap syukur atas keberhasilan diperoleh Kabupaten Muratara dalam mengentaskan kemiskinan, apalagi yang menilai turunnya angka kemiskinan didaerah pimpinannya itu adalah BPS.

” Alhamdulillah dalam kurun waktu 2 tahun kita sdh menurunkan angka kemiskinan yg cukup signifikan,”katanya.

Dikatakan H Syarif,  seperti diketahui angka kemiskinan di Kabupaten Muratara sangat tinggi serta Muratara masuk salah satu kabupaten tertinggal, namun dengan semangat Muratara Bangkit , jajaran Pemkab Muratara tetap berkomitmen untuk terus menekan angka kemiskinan dan melepas status kabupaten tertinggal.

“Insya Allah dengan sinergitas dan soliditas semua OPD di Muratara, kemiskinan penduduk dan ketertinggalan kita ini akan kita tuntaskan,”ucapnya. (rilis kominfo Muratara/IK)

Editor : Firmansyah Anwar