Sinyal Internet Kencang, Warga Leban Jaya Musi Rawas Senang

MUSIRAWAS- Warga Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas senang gembira.

Pasalnya sejak satu pekan terakhir sinyal Handphone (HP) dan jaringan internet di desa itu lumayan kencang, meskipun hanya 2G dengan kode sinyal E.

Jaringan tersedia ini berada satu level dengan GPRS karena sama-sama menggunakan 2G (2.75G). Namun, kecepatannya lebih baik dari pada GPRS meskipun terbilang masih lambat. Kecepatan transfer datanya hanya 250 kbit/s maksimal.

Berangsur kencangnya sinyal HP dan internet di desa ini menyusul telah terpasangnya tower mini bersama di desa yang memiliki delapan dusun itu.

“Meskipun sinyalnya masih E ,tapi lumayanlah dibanding selama ini yang tidak ada sinyal sama sekali,” kata Agus warga Desa Leban Jaya, Sabtu (05/05).

Setidaknya jelas Agus, semenjak berfungsinya tower mini itu, untuk menelpon dan menerima telepon tidak perlu lagi mencari-cari sinyal bahkan sampai keluar desa.Untuk internetan juga sudah bisa dilakukan meskipun loadingnya masih agak lambat.

“Sinyalnya sudah sangat lumayan tapi untuk jaringan jenis kartu tertentu saja,” kata dia.

Dikatakan anggota PPS Leban Jaya ini, keterbatasan sinyal selama ini membuat dia sering terlambat menerima informasi yang berkaitan dengan tugasnya sebagai anggota PPS.Apalagi informasi itu sering disampaikan Via SMS dan WhatsApp (WA).

Senada dikatakan Teti Marlina, bidan desa yang bertugas di Polindes desa itu mengatakan, dengan telah berfungsinya tower mini ini sangat bermanfaat dan membantu dirinya.

“Selama ini saya sering terlambat menerima dan memberikan informasi ke Puskesmas yang disampaikan melalui group WA karena keterbatasan sinyal.Tapi semenjak internet kencang, informasi jadi lancar,” katanya.

Apalagi saat kondisi harus merujuk pasien ke rumah sakit, seringkali tidak bisa menelepon ke UGD rumah sakit untuk menginformasikan ada pasien rujukan karena keterbatasan sinyal.

“Alhamdulillah sekarang sudah kencang, dan tentunya pelayanan kepada masyarakat harus meningkat juga,” kata wanita yang sudah 7 tahun mengabdi di desa itu sebagai pelayan kesehatan.(IK)

Editor : Firmansyah Anwar