BHL dan Karyawan PT GPU Keluhkan THR

MURATARA – Sejumlah Buruh Harian Lepas (BHL) dan karyawan PT Gorby Putra Utama (GPU) yang mengaku sudah bekerja lebih dari lima tahun di perusahaan itu meminta pihak perusahaan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu bulan gaji.

Salah seorang perwakilan BHL PT GPU untuk Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara Anton, Minggu (10/6), mengatakan, sejak dia bekerja pada 2012 hingga sekarang selalu ribut soal THR.

“Dari tahun 2012 saya bekerja, baru satu kali menerima THR yakni pada 2014. Setiap menjelang hari raya di setiap tahunnya selalu saja ribut masalah THR ini.Bahkan imbasnya terjadi penyetopan hingga pemortalan,” katanya.

Anehnya jelas Anton, permasalahan ini sampai sekarang tidak ada upaya dari pihak perusahaan untuk menyelesaikannys.Bahkan untuk melakukan mediasi pun pihak perusahaan tidak bersedia.
“Pihak perusahaan beralasan yang berhak menerima THR adalah karyawan, bukan BHL. Padahal sudah jelas dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016 tentang THR keagamaan bagi pekerja atau buruh, perusahaan wajib membayar THR,” jelasnya.

Diterangkannya, dalam peraturan tersebut pekerja / buruh yang bekerja yang masa kerjanyabsudah 12 bulan atau lebih, berhak mendapatkan THR satu bulan upah.

Sedangkan untuk pekerja / buruh yang masa kerjanya saru bulan tetapi kurang dari dari 12 bulan, mendapatkan THR secara proporsional sesuai masa kerja.

Selain THR, hampir seluruh BHL di PT Gorby setiap tahunnya selalu mengalami penurunan gaji.

“Gaji saya pada awal bekerja sebesar Rp 2,8 juta, namun saat ini hanya menerima gaji Rp 2 juta. Sedangkan BHL yang baru gajinya Rp 2,5 juta,” jelas Anton.

Senada dikatakan Jhon Kenedi yang sudah berstatus karyawan di PT Gorbi sejak tahun 2010.

“THR yang saya terima sebesar Rp 1.250.000. Jelas pembayaran THR ini tidak sesuai dengan peraturan yang ada, yakni satu bulan gaji,”katanya.

Dikatakan dia, saat ini Rp 2,679 juta, atau turun dari upah yang diterimanya pertamakali sebesar Rp 2,899 juta.

“Jadi selain gaji pokok tersebut, kami tidak mendapatkan tunjangan lainnya. Seharusnya yang namanya perusahaan ada yang namanya tunjangan beras, lauk pauk dan lain sebagainya,” kata Jhon Kenedi.

Manajemen perusahaan PT GPU melalui Legal Officer Gabriel H Fuady saat dikonfirmasi via HP menerangkan bahwa THR sudah diberikan seluruhnya baik kepada karyawan maupun buruh.
“THR sudah diberikan semua, namun memang besaran THR yang diterima BHL tidak sama dengan karyawan,” katanya. (Aulia/IK)

Editor : Firmansyah Anwar