Tak Gubris Somasi, Barak Gembong PT DAM Estate Disegel

MUSIRAWAS – Lantaran somasi yang dilayangkannya tidak digubris oleh PT DAM, Sayit Mulyadi terpaksa menyetop aktivitas dan menyegel Barak Gembong PT.DAM Estate Raksa Budi, pukul 15.00 Wib, Kamis, (28/6).

Dikatakan mantan Korlap PT DAM ini, sebelumnya dia telah beritikad baik kepada pihak perusahaan.Namun hingga waktu ditentukan, pihak perusahaan yang bergerak diperkebunan kelapa sawit itu tidak ada keputusan untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik- baik.

“Hingga saat ini pihak perusahaan tidak ada keputusan, padahal surat somasi sudah diberikan satu bulan lebih”,katanya.

Dikatakan putra Desa Pelawe ini, penyetopan aktivitas dan penyegelan barak PT DAM ini setelah adanya Berita Acara didalam pertemuan di Barak Gembong PT DAM estate Raksa Budi.

“Kantor kebun atau Barak Gembong PT DAM estate Raksa Budi ini disegel serta aktivitas kantor dihentikan.Tapi masih memberikan izin terhadap anggota Brimob dan Security untuk melakukan pengamanan,” kata dia.

Menurut Sayit, segel ini tidak akan dibuka sebelun perusahaan mengganti uang pribadinya atas kompensasi pembebasan lahan senilai Rp 130 juta.

“Sebelum perusahaan menepati janjinya untuk membayar uang kompensasi, segel tidak akan dibuka,,” tegasnya.

Sebelumnya, Sayit Mulyadi meminta pihak perusahaan mengganti uang pribadinya,atas kompensasi pembebasan lahan senilai Rp 130 juta.

Rincian kegunaan uang pribadi miliknya itu jelas Sayit, kompensasi atas lahan di Desa Pelawe, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas milik Simbang senilai Rp 20 juta. Kemudian lahan milik Dungcik senilai Rp 20 juta dan lahan milik Dosen senilai Rp 30 juta.Sementara lahan milik Tarmizi, yang berada di Desa Pangkalan Tarum, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas dengan nilai kompensasi Rp 60 juta.

Dikatakan Sayit, seluruh lahan itu diberikan kompensasi olehnya pada 2016 lalu atas instruksi dari managemen PT DAM secara lisan. Pemberian kompensasi ini dilakukan saat itu agar tidak menghambat pembangunan kantor PT DAM yang berada di dua titik, yakni Desa Pelawe dan Pangkalan Tarum.(IK)

Editor: firmansyah anwar