Kadis Kominfo Muratara Disinyalir Tidak Profesional #Jika Ingin “Cicip” Dana Publikasi Seratus Ribu Ada, Jika Ingin Lebih Buat Media Cetak Dulu

MURATARA- Kepala Dinas Kominfo Musi Rawas Utara, Azhar dinilai tidak pantas dan profesional menjalankan tugasnya sebagai Kepala Dinas Kominfo.

Pasalnya banyak media khususnya media online yang menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Muratara Bangkit, tidak terakomodir dan tidak diikutsertakan dalam pembagian dana publikasi yang ada di dinas yang dia pimpin.

Ironisnya lagi, baru pertengahan tahun anggaran, Sang Kadis berkilah bahwa dana publikasi telah habis untuk media online.Parahnya, bagi wartawan media online yang ingin “mencicipi” dana publikasi dipersilahkan untuk membuat media cetak dulu.

Selain beralibi dana publikasi habis, Kadis Azhar juga saling lempar kebijakan dengan PPTK Herman.

Pimpinan Redaksi inilahkito.com yang juga wakil ketua PWI Musi Rawas Firmansyah Anwar, Selasa (10/7), sangat menyayangkan sikap Kadis Kominfo Muratara yang tidak profesional dan tidak mampu mengakomodir media yang sudah jelas-jelas ingin bermitra dalam pembangunan di Muratara.

Dikatakan Firman, dia bingung peraturan serta kebijakan apa yang digunakan Kadis Kominfo Muratara dalam menerjemahkan dan melaksanakan tugasnya serta memberlakukan media yang ingin bekerjasama dengan Kominfo Muratara.

“Lebih parah lagi saat dikonfirmasi bahwa banyak sejumlah media online yang tidak terakomodir, Azhar menjelaskan tidak ada anggaran untuk media online.Kalau ingin mencicip anggaran publikasi adalah seratus ribu untuk beli rokok atau buat media cetak dulu baru bisa kami bantu,” ujar Firman menirukan penjelasan Azhar saat dirinya menghubungi Azhar via Handhphone, Senin (9/7).

Selain itu jelas Firman, antara Kadis Kominfo Muratara dan PPTK kegiatan publikasi tidak sinkron dan saling lempar.Dimana Azhar mengatakan bahwa kebijakan anggaran itu tergantung PPTK nya, sementara penjelasan PPTK Herman, segala kebijakan dikeluarkan oleh Sang Kadis.

Sebagai saran jelas Firman, kedepan Bupati Muratara hendaknya benar benar menyeleksi Kadis Kominfo Muratara, agar kebutuhan akan media untuk kabupaten yang memiliki jargon bangkit itu dapat terpenuhi.

“Angkat pejabat yang bisa bekerja profesional untuk kemajuan Muratara, jangan yang bisa ABS saja,” sarannya.

Sementara sekretaris PWI Musi Rawas Jhuan Silitonga, menambahkan semestinya Kadis Kominfo Muratara profesional dalam mengakomodir media-media yang ingin bekerja sama dengan Kominfo Muratara.

Artinya jelas Jhuan, terapkan mekanisme dan aturan sesuai peraturan yang telah ditetapkan.Jika kebijakan yang diambil Kadis Kominfo Muratara berdasarkan keputusan rapat Kominfo dengan sejumlah awak media sebelumnya, kenapa setiap media yang bertugas di Muratara dan telah mengajukan penawaran tidak diundang.

Dikatakan Jhuan, jika media yang telah mengajukan penawaran kerjasama tidak bisa diakomodir dengan alasan apapun, seharusnya pihak Kominfo Muratara memberikan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan. (tim PWI Mura/IK)

Editor : Firman