Selamatkan Infrastruktur Jalan, Pemkab Musi Rawas Pasang Portal

MUSIRAWAS – Guna mencegah terjadinya kerusakan jalan kabupaten disebabkan kendaraan besar melebihi kapasitas jalan, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melakukan pemortalan jalan.

Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan saat meninjau pemasangan portal, Sabtu (13/7) mengatakan, alasan paling mendasar dilakukan pemortalan ini guna menyelamatkan infrastruktur jalan daerah yang dibangun menggunakan APBD itu dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat serta bertahan lama.

Sebab jelasnya, setiap tahun Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menganggarkan untuk peningkatan infratruktur jalan.Namun setelah ditingkatkan atau diperbaiki, tak lama jalan tersebut kembali mengalami kerusakan.

Dari hasil pantauan dan laporan, kerusakan ini diakibatkan sebagain besar oleh kendaraan besar dan memiliki muatan yang melebihi kekuatan jalan.

“Jika terus dibiarkan, persoalan jalan ini tidak pernah selesai dan anggaran daerah akan terus habis untuk bidang ini. Sementara ada sebagian daerah lainnya yang masih membutuhkan peningkatan jalan,” kata dia.

Untuk itu kata bupati, pihaknya berinisiatif untuk melakukan pembatasan muatan kendaraan melalui portal ini, sehingga kepentingan seluruh masyarakat dapat terpenuhi.

Dia juga mengimbau masyarakat yang memiliki usaha jual beli sawit atau perkebunan sawit, agar dapat mengangkut hasil buminya sesuai dengan kekuatan jalan, sehingga jalan ini terus dapat dilalui dengan nyaman dan lancar oleh masyarakat.

Sebagian jalan yang dilakukan pemortalan itu salah satunya di Simpang Dangku Kecamatan Megang Sakti dan Simpang Jatun Kecamatan Muara Kelingi.

Pemasangan portal ini dilaksanakan pada, Sabtu (14/07) oleh Dinas PU Bina Marga didampingi Dinas Perhubungan dan Satpol PP Musi Rawas disaksikan Kepala Desa setempat, Camat dan Kapolsek Muara Kelingi.

Jalan Simpang Dangku Desa Megang Sakti II Kecamatan Megang Sakti yang menghubungkan ke Simpang Jatun Desa Mambang Kecamatan Muara Kelingi ini hanya dapat dilewati oleh kendaraan memiliki beban 8 Ton atau tinggi kendaraan maxsimal 2,47 meter.

Selain pemasangan portal, juga dipasang imbauan berbunyi barang siapa yang merusak portal ini akan dikenakan sanksi pidana penjara selama 2 tahun dan atau denda 50 juta berdasarkan Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.(fir/IK)