Anggota DPRD Mura Lompat Pagar Harus Mundur Dari DPRD

MUSIRAWAS- Dari 34 anggota DPRD Musi Rawas yang telah mendaftarkan diri sebagai Bacaleg 2019, disinyalir ada yang lompat pagar atau mencalonkan diri melalui partai lain.

Saat ini KPU Musi Rawas sedang memerifikasi nama-nama anggota DPRD Musi Rawas yang maju dari partai berbeda saat dia menjadi anggota DPRD sebelumnya periode 2014-2019.

Ketua KPU Musi Rawas Ach Zaein dikonfirmasi wartawan, Jum’at (20/7) membenarkan ada sejumlah nama anggota DPRD Musi Rawas yang maju Nyaleg dengan cara pindah partai.

“Untuk mengetahui detail berapa jumlahnya, sedang diverifikasi,” katanya.

Secara prinsip, kata dia, tidak ada masalah adanya perpindahan anggota DPRD dari partai ke partai. Namun, untuk nyaleg dari partai lain, ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi.

Salah satu ketentuan itu yakni harus mundur dari partai asal dan mundur sebagai anggota legislatif.

Dikatakan Zaein, sesuai tahapan, surat pengunduran dari partai asal dan pengunduran diri sebagai anggota DPRD itu harus sudah diterima pihaknya paling lambat 31 Juli 2018, sesuai dengan tahapan yang diatur peraturan KPU yakni melengkapi berkas-berkas Caleg.

Zaein menjelaskan, Bakal Calon Legislatif Kabupaten Mura yang sudah diterima pihaknya dari Parpol peserta pemilu 2019 sebanyak 503 orang untuk memperebutkan 40 kursi di DPRD Musi Rawas.

” Ada satu partai peserta pemilu yang tidak mendaftar calegnya hingga batas waktu ditentukan tanggal 17 Juli 2018, yakni Partai Garuda,” katanya.

Secara rinci dijelaskan Zaein, Parpol yang mendaftarkan Calegnya yakni PKB, PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PAN, PSI dan Hanura masing-masing mendaftarkan 40 Bacaleg.

Kemudian, PKS dan Demokrat masing-masing – masing 39 Bacaleg. PPP mendaftarkan 32 Bacaleg, Perindo mengajukan 29 Bacaleg, PBB mendaftarkan 19 Bacaleg, Berkarya 15 Bacaleg dan PKPI 11 Bacaleg.

Untuk anggota DPRD yang kembali maju sebagai Bacaleg 2019 yakni sebanyak 34 anggota.

Secara rinci dipaparkan Zaein, 34 anggota DPRD Musi Rawas yang kembali Nyaleg 2019 yakni M Jas Karim, Tumiran, Mahmud, Azandri, Yudi Fratama, Mulyadi, Ricardo, Aliudin, Wahisun. Firdaus, Habsorini, Samsul Bahri, Ivan Maruli, Nasib, Desriniyati, Effendi Wandaria, Moch Din’Said, Sri Wahyuni, M Febri Hendrawan, Dwi Andoko, Supandi, Iwan Susanto, Achmad Syahroni, Rudi Hartono, Cahaya Muda, H A Firdaus, Wahyu Sumadi, Eli Marlina, Ngadi, Siswantora, Mansyur Daniel, Alamsyah, Ismun Yahya dan Tepno Suhartoyo.

Menurut Ach Zaein, meskipun berkas pencalegan sudah diterima pihaknya, namun bila masih ada syarat lainnya yang tidak dilengkapi seperti, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan surat rekomendasi tidak menjalani masa hukuman dikeluarkan Pengadilan Negeri Lubuklinggau, juga harus dilengkapi. Kalau tidak, bisa digugurkan dari pencalonan.(fir/IK)