Terdakwa Kasus OTT Dijanjikan Rp20 M, Jika Bisa Seret Bupati dan Anaknya?

PALEMBANG – Mantan sekretaris Bina Marga Kabupaten Muratara Ardiyansyah dituntut JPU 18 bulan pada sidang kasus OTT digelar di Pengadilan Negeri kelas 1A, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis ( 19/7) lalu.

Atas tuntutan itu, Ilham Fatahillah selaku Penasehat Hukum Ardiansyah akan mengajukan pembelaan secara hukum, sebagaimana fakta fakta persidangan yang terungkap selama ini.

“Kami meminta waktu selama Delapan hari,” katanya.

Dijelaskan Ilham, secara subjektif kewenangan dari JPU itu sah-sah saja.

“Secara formil maupun materil, substansi, semua itu tidak terbukti. Pada saat pledoy nanti akan kami ungkapkan semua,” jelas Ilham.

Terpisah, Tamsil, orang tua terdakwa Sisco, mengatakan bahwa anaknya akan membongkar semua kejahatan orang-orang di belakang kasus OTT ini.

Anaknya sudah minta maaf pada bapak Bupati Muratara. Nanti sisco akan bicara blak blakan “membuka tabir” terhadap pejabat pejabat yang terlibat untuk menyeret Bupati dan Kepala Bappeda Muratara.

“Kami punya bukti bukti kuat, mereka semua terlibat, anak saya pernah dijanjikan uang sebesar Rp 20 Milyar bila berhasil membuat bupati atau kepala Bappeda menjadi terseret dalam kasus OTT ini,” jelasnya berapi api.

Sebagaimana dalam sidang sidang terdahulu, penasehat hukum Ilham Fatahillah telah mwnyebut dan pernah memohon izin kepada Majelis Hakim, agar diperkenankan memutar isi rekaman tentang perencanaan OTT yang awalnya diarahkan kepada kepala Bappeda Erwin Syarif. Namun akhirnya uang yang telah dipersiapkan tersebut diserahkan pada Ardiansyah di rumah makan Pagi Sore Lubuklinggau.

Dalam sisi lain, Bupati Muratara, Syarif Hidayat telah mendengarkan semua isi rekaman. Rekaman audio bersurasi lebih 60 menit tersebut, intinya oknum DS merencanakan melengser sang bupati yang bekerjasama dengan oknum E.

Masih dalam rekaman, apa bila tindakan makar berhasil, oknum DS naik menjadi Bupati dan oknum E sebagai wakil bupati. Sementara oknum S menjadi ketua DPRD dan oknum BA yang ikut sebagai sutradara kasus OTT akan menjadi Sekda Muratara. ( tiem/IK).