Dugaan Rekayasa OTT Muratara “Targetkan Bupati Tumbang”

PALEMBANG – Dugaan rekayasa OTT di Kabupaten Musi Rawas Utara mulai terkuak dan terang benderang.

Hal ini diketahui setelah tim pengacara terdakwa Ardiyansyah, Ilham Fatahillah Cs, membacakan transkrip rekaman berisikan percakapan antara SC sebagai eksekutor, oknum pejabat eksekutif Muratara DS dan pejabat legislatif EF, yang diduga dalang dalam kasus dugaan rekayasa OTT ini.

Percakapan dalam rekaman ini diantaranya mengenai pembahasan strategi rekayasa OTT dilakukan SC, serta target akan dicapai dan uang yang telah dikeluarkan terkait dugaan rekayasa ini.

Bukti rekaman percakapan diduga dari suara oknum pejabat eksekutif Muratara DS dan petinggi legislatif EF serta Eksekutor SC ini diserahkan tim pengacara terdakwa Ardiyansyah ke ketua majelis hakim Paluko H, pada sidang dengan agenda pembacaan pledoi terdakwa di Pengadilan Negeri Palembang, Jum’at (27/7).

Dalam transkrip rekaman itu diketahui, SC diduga eksekutor untuk menjalankan strategi penjebakan dengan target dapat menyeret Kepala Bappeda Erwin Syarif dan Bupati Muratara H Syarif Hidayat, sebagai tersangka dalam perkara ini.

Sementara oknum DS dan EF berperan sebagai dalang dan diduga sebagai penyandang dana.Jika dugaan rekayasa ini berhasil, Bupati H Syarif tumbang, sehingga oknum DS diangkat menjadi bupati.

Diantara percakapan dalam rekaman dibacakan tim pengacara pada persidangan itu, diantaranya percakapan oknum SC tentang strategi dijalankan bukan OTT, tapi pemerasan fee proyek melibatkan anak bupati dan Bupati Syarif. Kemudian, SC menyebutkan nama oknum polisi yang menangkap Ardiyansyah yang kini dijadikan terdakwa dalam kasus OTT.

Selain itu percakapan tentang dirinya siap pasang badan dalam strategi dugaan rekayasa ini.

Sementara oknum DS, salah satu percakapan ada menyebutkan jika bupati tumbang dirinya diangkat menjadi bupati, serta menyebutkan telah banyak keluarkan uang.

Sedangkan percakapan EF salah satunya menyangkut uang yang telah diberikan untuk urusan ini, dan sejumlah oknum yang meminta uang untuk memuluskan rencana itu.

Ilham Fatahillah selaku pengacara Ardiyansyah, usai sidang kepada wartawan mengatakan,bukti rekaman dugaan rekayasa ini bukan hal baru.

Pada sidang- sidang sebelumnya, pihaknya telah berkali-kali memohon izin kepada majelis hakim agar memutar isi rekaman itu.

“Supaya demi hukum juga, menjadi suatu kepastian hukum. Jangan sampai menjadi perbincangan yang tidak enak didengar, untuk itu serahkan ke rel hukum, agar yang benar itu benar dan yang salah itu salah,” katanya.

Ilham juga menyatakan jika rekaman berisikan percakapan dugaan rekayasa OTT ini tidak benar, pihaknya juga sudah siap untuk mengajukan kepada majelis hakim agar menghadirkan tim ahli untuk mengecek kebenarannya.

“Jaman sekarang kan sudah canggih, bisa diketahui itu suara suara siapa,” katanya.

Dilanjutkan Ilham, terkait persoalan dugaan rekayasa OTT berdasarkan bukti rekaman ini, tim pengacara Ardiyansyah yang lain juga sudah melapor ke Mabes Polri, Selasa (24/7) lalu.

“Kita juga masih menunggu hasil laporan itu,” kata dia.(IK)