Melapor Kena Todong, Warga BTS Ulu Ini Diringkus

MUSIRAWAS – NK (21) warga Kelurahan Bangunjaya Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas diringkus polisi, Minggu (19/8).

Pasalnya pria berprofesi sebagai sopir ini bersama temannya AY (23) warga Desa Sukamana Kecamatan STL Ulu Terawas membuat laporan palsu ke SPKT Polres Musi Rawas seolah – olah dirinya korban penodongan alias Curas.

Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro membenarkan pihaknya meringkus dua tersangka pembuat laporan palsu ini.

Dikatakan Bayu, dalam laporan palsunya di SPKT Polres Mura, Sabtu (18/8), pelaku mengarang cerita seolah mengalami pencurian dengan kekerasan di Jalan Poros SP 5 HTI Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas.

Pelaku melaporkan peristiwa penodongan itu terjadi saat dia bermaksud mengantarkan batu koral menggunakan truck canter Nopol BG 8908 HD dari SP 9 Cecar menuju SP 5 HTI.

Tiba di TKP, truck canter dikemudikannya dipepet mobil Avanza putih tanpa nopol.

Kemudian empat orang yang ada di dalam mobil Avanza danmembawa senpira laras pendek itu menyuruhnya turun.Setelah NK turun, dua orang lainnya langsung membawa mobil truck.

Pelaku pembuat laporan palsu ini juga mengaku dimasukan ke dalam mobil Avanza dan kedua tangannya diikat dengan tali serta kepala sebelah kanan dipukul menggunakan senjata api rakitan.Setelah itu dia mengaku ditinggalkan di semak – semak.

Berdasarkan laporan NK ini, Satreskrim Polres Musi Rawas langsung melakukan pengecekan dan olah di TKP.

Namun setelah dilakukan olah TKP, warga sekitar menyatakan tidak ada kejadian Curas di wilayah itu.

Selain itu jelas Bayu, terdapat kejanggalan laporan pelaku, seperti bekas luka korban dan bekas ikatan yang ada di tubuh korban ternyata tidak ada.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku NK mengakui telah membuat laporan palsu dengan tujuan mobil truck tersebut akan dibeli oleh tersangka Bejan sebesar Rp 150 juta.

‘Selain meringkus NK, juga diamankan AY yang ikut menemani pelaku membuat laporan palsu. Saat ini keduanya diamankan di Polres Mura guna proses penyidikan,” kata Kapolres.

Selain menahan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa satu rangkap Laporan Polisi LP/B-128/VIII/2018/SS/Res Mura, tanggal 18 Agustus 2018. Kemudian satu lembar Surat Tanda Laporan Polisi atas nama NK serta satu lembar surat pernyataan atas nama pelaku NK.

Atas kejadian ini, Kapolres mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan laporan palsu untuk kepentingan pribadi, karena akan merugikan diri sendiri.

” Laporan palsu ini akan menimbulkan image buruk terhadap situasi Kamtibmas setempat,” ujarnya. (IK)