Larikan Toyota Vios dan Gelapkan Vixion, Mobil Hasil Kejahatan Pelaku Malah Dilarikan Warga

JS Beserta Sajamnya Diamankan Saat Sedang Tidur

MURATARA – Petualangan JS (19) warga Desa Kartadewa Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara ini berakhir dibalik jeruji besi Polsek Rupit.

Pelaku penggelapan satu unit sepeda motor vixion dan sempat melarikan mobil Toyota Vios ini diringkus anggota Polsek Rupit Kamis (6/9), saat sedang tertidur di sebuah pondok kebun milik warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit.

Korbannya dua orang, yakni Sri Utami (23) warga Dusun III Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit, dan Syafril Roza (43) warga Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Provinsi Riau.

Peristiwa penggelapan menimpa Sri Utami terjadi Sabtu (18/7) lalu, sekira pukul 15.30 WIB.

Bermula pelaku mampir ke warung korban dan meninjam sepeda motor Yamaha Vixion dengan alasan membeli pulsa. Karena pelaku mengenal suami korban, korban pun percaya meminjamkan sepeda motor Yamaha Vixion warna merah nopol BH 3549 QI.

Namun setelah meminjam sepeda motor, pelaku tidak kunjung datang untuk mengembalikan sepeda motor, dan dihubungi nomor handphone pelaku sudah tidak aktif lagi.

Setelah dua hari menunggu pelaku yang tak kunjung mengembalikan sepeda motornya, akhirnya korban mengadu ke Polsek Rupit. Akibat perbuatan pelaku ini, korban mengalami kerugian kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion senilai Rp 13 juta.

Belakangan diketahui sepeda motor milik korban telah dijual ke seorang warga dengan harga Rp 4 juta, dan pelaku pun melarikan diri ke Pekan Baru.

Kemudian di Pekan Baru, tepatnya Senin (3/9) sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku menghentikan kendaraan taxi jenis Toyota Vios dikendarai korban Syafril Roza.

Pelaku meminta korban mengantarkannya ke Talok Kuantan di Kota Pekanbaru. Namun setelah tiba di tempat tujuan, pelaku minta diantarkan lagi ke Krerian Jao Kota Pekanbaru.

Namun dalam perjalanan, pelaku meminta korban mengantarkannya ke Kabupaten Muaro Bungo Provinsi Jambi dengan kesepakatan uang jasa dan transport akan dibayar sebesar Rp 3 Juta.

Setiba di Muaro Bungo, sekitar pukul 23.45 WIB, pelaku kembali minta diantar ke rumah kakaknya di Kecamatan Pelawan Singkut Kabupaten Sarolangun.

Setelah bertemu kakaknya, pelaku meminta uang, namun hanya diserahkan satu lembar ATM Mandiri.Kemudian ATM itu diserahkan pelaku kepada korban guna membayar ongkos perjalanan, tetapi ternyata saldonya minus.

Selanjutnya mereka menemui seseorang dengan ciri berbadan gemuk untuk menggadaikan mobil korban, namun batal karena tidak dicapai kesepakatan.

Lalu mereka melanjutkan perjalanan lagi dengan menjemput dua orang perempuan bernama Lina dan Mami, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Pulau Lebar Kecamatan Ulu Rawas untuk menjemput dua orang teman pelaku yakni Bo’i dan Deni.

Mereka melanjutkan perjalanan menuju Desa Tanjung Beringin Kecamatan Rupit. Dalam perjalanan, pelaku menawarkan kepada korban bergantian membawa mobil, dengan alasan jalan jelek dan kendaraan rawan terperosok ke jurang.

Korbanpun menuruti keinginan pelaku, lalu mengambil alih kemudi, sedangkan korban duduk di posisi depan samping kemudi. Sementara teman – teman pelaku duduk di jok belakang berdesakan.

Pelaku membawa kendaraan korban menemui Edi di Desa Tanjung Beringin untuk mengambil timbangan digital. Kemudian meluncur ke Desa Noman Baru menemui Wican untuk mengambil pirex, namun tidak berhasil karena di rumah Wican dalam kondisi kosong tidak ada orang.

Selanjutnya Selasa (4/9) sekira pukul 02.00 WIB, mereka melanjutkan perjalanan ke Jalinsum Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit untuk makan di sebuah warung pecel lele. Namun pelaku tetap berada di dalam mobil, sementara korban diikuti Deni, Lina dan Mami turun dari kendaraan untuk memesan makan dan menumpang ke kamar mandi.

Saat itulah pelaku bersama seorang temanny Bo’i membawa kendaraan meninggalkan korban serta saksi lainnya.

Pelaku dan Bo’i melanjutkan perjalanan, namun setiba di Desa Pantai Kecamatan Rupit, ban mobil bocor sehingga diganti dengan ban serap dibantu dua orang warga bernama Am dan Iwan.

Usai mengganti ban dan akan memundurkan mobil, mobil dikendarai pelaku menabrak tiang parabola milik warga setempat sehingga roboh, sehingga mereka memperbaikinya dengan cara ditegakkan kembali.

Saat pelaku dan temannya dibantu warga memperbaiki tiang parabola, warga bernama Iwan langsung membawa kabur mobil itu ke Kecamatan Karang Dapo.

Akibat perbuatan pelaku, korban Syafri Roza mengalami kerugian berupa satu unit mobil toyota vios warna biru Nopol BM 1142 QU dengan kode lambung 150 jenis taksi bandara. Kemudian kehilangan satu unit Handphone merk nokia warna hijau, serta uang tunai Rp 8.00.000. Jika ditaksir, korban mengalami kerugian sekitar Rp 85 Juta.

Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro membenarkan kasus penggelapan dilakukan pelaku JS.

Dikatakan Kapolres, penangkapan terhadap JS setelah anggota Polsek Rupit mendapat info dari warga bahwa pelaku sedang tidur di salahsatu pondok kebun milik warga Desa Tanjung Beringin Kecamatan Rupit.

” Kapolsek Rupit bersama anggota dibantu warga setempat berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” katanya.

Pelaku langsung digiring ke Polsek Rupit guna pemeriksaan intensif dan pengembangan kasusnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dengan alasan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Pelaku baru beberapa hari merantau ke Pekanbaru untuk mencari pekerjaan, tapi gagal,” katanya.

Dalam perjalanan ke Mapolsek Rupit, pelipis wajah dan bibir pelaku terbentur pintu mobil anggota saat menunduk sehingga mengalami luka memar dan diobati.

Selain mengamankan pelaku, anggota juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah sajam jenis pisau milik pelaku, satu unit sepeda motor.

Sepeda motor milik korban Sri Utami ini sudah dijual pelaku kepada salah seorang penadah yang kini telah melarikan diri seharga Rp 4 Juta.

Saat ini polisi juga sedang memburu Iwan untuk mencari keberadaan mobil toyota vios.(IK)