Berawal Menegur Dengan Kata- Kata Kotor, Dua Pelajar di Muara Kelingi Luka Parah

MUSIRAWAS – Perkelahian antar pelajar terjadi di SMA Negeri 01 Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas, Senin (17/9).

Akibat perkelahian yang terjadi saat jam belajar itu, dua pelajar mengalami luka parah. Satu orang mengalami Tiga luka tusuk dipunggung, dan satu orang lagi mengalami putus urat di pergelangan tangan kiri.

Kejadiannya Senin (17/9) sekitar pukul 08.00 WIB dilingkungan sekolah SMA Negeri 01 Muara Kelingi.

Informasi berhasil dihimpun inilahkito.com, keributan berakhir dengan pengeroyokan disertai penusukan ini bermula Sabtu (15/9) sekitar pukul 13.00 WIB, di depan Koramil Muara Kelingi, pelaku YK (17) dan RD (17) menggunakan sepeda motor bermaksud hendak ke jembatan Sungai Musi.

Saat akan memotong mobil truk di depan kendaraannya, tiba – tiba dari arah belakang, pelajar inisial RS yang juga mengendarai sepeda motor berteriak sembari mengucapkan kata – kata kotor ” Hoi pliyok , menggerlah, aku nak liwat “. Kata – kata itu diucapkan RS sebanyak dua kali.

Mendengar teriakan itu, YK menghentikan sepeda motornya sembari mengucapkan ” Namek Hal”, lalu dijawab RS ” Men melawan ke Jembatan”.

Mereka pun akhirnya berangkat ke jembatan untuk berkelahi. Namun rencana itu batal karena dilerai warga bernama Ardo.RS pun pergi dari lokasi meninggalkan YK dan RD.

Namun setengah jam kemudian, saat YK dan RD hendak pulang, atau tepatnya saat melintas di depan koramil, mereka dihadang RS bersama lebih kurang 30 orang temannya.

Sehingga YK dan RD menjadi bulan bulanan mereka. Setelah puas memukuli keduanya, RS dan teman- temannya meninggalkan YK dan RD di pinggir jalan.

Lalu pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, tepatnya di Simpang Tiga Kelurahan Muara Kelingi, YK dan teman – temannya bermaksud mencari signal internet.

Namun tak jauh dari situ, mereka melihat RS ,lalu RD mengatakan “Itunah RS”.

Namun tiba – tiba datanglah seseorang tak dikenal mendengar ucapan RD dan bertanya ” Ngapo nyari RS ?”.

Lalu YK dan RD terlibat cekcok mulut dengan seseorang tak dikenal itu dan berlanjut dengan baku hantam.

Namun perkelahian ini tidak berlangsung lama, karena dilerai warga di sekitar TKP.

Keesokan harinya, Senin (17/9) sekira pukul 08.00 WIB, tepatnya selesai upacara bendera di SMAN 01 Muara Kelingi di samping sekolah dekat lapangan, kembali terjadi perkelahian antara YK, RD dan RH , kemudian FL, EB dan UN.

Saat perkelahian berlangsung, YK mengeluarkan pisau yang sebelumnya disimpan YK di dekat pusatnya. Sejurus kemudian, pisau itu ditusukannya kearah RH dan korban lainnya secara membabi buta.

Usai melakukan penusukan, YK berlari ke arah gerbang samping sekolah. Rupanya di pintu gerbang sekolah, sudah ada orangtuanya, yakni Sukri (47) warga Desa Pulau Panggung Kecamatan Muara Kelingi.

Kehadiran Sukri ini karena mengetahui kalau anaknya diancam orang. Sembari memegang anaknya, Sukri mengeluarkan pisau untuk melindungi anaknya yang di kejar orang.

Beruntung saat itu, Kanit Binmas Bripka Norman sedang berada di lingkungan sekolah karena menjadi pembina upacara di sekolah itu.Sehingga pelaku langsung diamankan, dan melerai kedua belah pihak keluarga yang bertikai.

Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Muara Kelingi AKP Agus Hendri membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku penusukan terhadap pelajar di SMA Negeri 01 Muara Kelingi.

” Motifnya diduga dendam, karena sehari sebelumnya sudah saling ejek.Para pelaku sudah dilimpahkan di Polres Musi Rawas, “katanya.

Dikatakan AKP Agus, akibat perkelahian itu RH mengalami luka tusuk dibagian punggung sebanyak Tiga liang, sementara FL mengalami luka sayat dan putus urat di pergelangan tangan kiri.(IK)