Edi Tohir Tidak Puas Keputusan PN Lubuklinggau Eksekusi Lahan Karet Miliknya

360 Aparat Kepolisian Amankan Proses Eksekusi Pengosongan Lahan

MUSIRAWAS- Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 B Lubuklinggau berhasil melakukan eksekusi pengosongan lahan perkebunan karet seluas 2.466 meter persegi milik Edi Tohir (35), Selasa (16/10).

Pengosongan lahan milik warga Desa Ciptodadi, Kecamatan Suka Karya Kabupaten Musi Rawas ini disaksikan langsung oleh Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro dan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Aan Thomo.

Eksekusi pengosongan lahan ini menggunakan Tiga alat berat, serta menerjunkan 260 personil Polres Musi Rawas dan 100 personil Brimob B Petanang.

Dikatakan Kapolres Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro, diterjunkannya 260 personil Polres dibantu personil Brimob ini ke lokasi eksekusi guna mengantipasi adanya upaya aksi protes .

“Melihat adanya upaya aksi protes, maka kita datang turun langsung mengawal keputusan pengadilan negeri melakukan pengosongan lahan. Sukur, eksekusi berjalan kondusif,” kata Kapolres.

Sementara itu pantauan dilapangan, meski eksekusi berjalan lancar serta kondusif, namun Edi Tohir pemilik lahan yang kalah dalam perkara ini merasa tidak puas dengan hasil keputusan Pengadilan Negeri Lubuklinggau tentang harga ganti rugi lahan. Selain itu Edi Tohir juga mengaku belum menerima uang ganti rugi dari pihak pertamina.

“Memang eksekusi sudah dilakukan, tapi kita masih keberatan. Sebab pertamina memberikan ganti rugi yang nilainya tidak sesuai. Dimana kami punya lahan perkebunan, namun diganti rugi dengan seharga nilai lahan rawa. Sampai sekarang uang ganti rugi tidak kami terimaā€¯katanya.

Dikatakan Edi, pihaknya akan terus berupaya melakukan mediasi dengan pihak pertamina.

“Intinya kami akan tetap meminta ganti rugi yang sesuai. Dimana dari dibayarnya Rp 40 ribu permeter disamakan lahan rawa, sedangkan sesuai lahan perkebunan itu sebesar ganti rugi Rp 171 ribu permeter,” katanya.

Panitera Pengadilan Negeri Lubuklinggau Fahruddin menjelaskan, pengosongan lahan ini di lakukan setelah perkara perdata nomor 06/Pdt.Kons/2016/PN Llg dimenangkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas dan Gas Bumi (SKK MIGAS) pada 27 Oktober 2017 lalu untuk proyek jalan dan jalur pipa milik Pertamina EP Field Pendopo.

“Kita datang kesini sesuai surat permohonan pihak Pertamina (SKK Migas), guna dilakukan pengosongan lahan. Dari semuanya, lahan yang mesti dikosongkan itu ada di dua lokasi yang masuk dalam dua perkara gugatan pemohon. Diantaranya lahan milik Dedek Sembodo/Edi Tohir seluas 2.466 meter persegi dan 1.200 meter persegi milik Ernawati yang memang sebelumnya sesuai mekanismenya menyangkut ganti rugi telah dipenuhi, namun memang tidak diambil, sehingga uangnya dititipkan di pengadilan,”jelasnya.(ogut/IK)

Editor : Firmansyah Anwar