Raperda APBD 2019 Musi Rawas Disahkan Satu Jam Sebelum Batas Waktu Berakhir

MUSIRAWAS – Kekuatiran sejumlah pihak terkait bakal tidak disahkannya Raperda APBD 2019 Musi Rawas, tidak terbukti.

Meskipun batas akhir pengesahan Raperda 2019 berakhir pada pukul 00.00 WIB, Jum’at (30/11), namun pada pukul 22.45 WIB tadi malam, DPRD Musi Rawas menggelar paripurna dan mengesahkan Raperda APBD 2019.

Sebagaimana diberitakan inilahkito.com sebelumnya, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 38 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan APBD 2019, bahwa pengesahan APBD 2019 paling lambat satu bulan sebelum tahun anggaran berakhir, yakni selambat-lambatnya 30 November 2018.

Jika melewati batas waktu yang telah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan anggota DPRD Musi Rawas terancam sanksi administratif dan sejumlah sanksi lainnya.

Menurut ketua DPRD Musi Rawas Yudi Fratama, lambannya pembahasan APBD 2019 Kabupaten Musi Rawas dengan plafon Rp 1,9 Triliun ini disebabkan karena keterlambatan pihak eksekutif menyerahkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA- PPAS) tahun 2019.

“Semestinya sudah harus diserahkan pada Juni tadi untuk dibahas, tapi baru diserahkan 6 Oktober,” kata Yudi Fratama.

Yudi membantah keterlambatan pengesahan KUA PPAS 2019 ini disebabkan banyak kepentingan legislatif yang terakomodir.

“Tidak ada tarik ulur kepentingan, keterlambatan ini murni karena lambannya di serahkan dokumen KUA PPAS untuk dibahas bersama Banggar.Kalau untuk adanya usulan legislatif yang akan dimasukan pada APBD 2019, wajar saja, karena sudah melalui reses anggota dewan.Yang jelas untuk kepentingan masyarakat Musi Rawas,” kata Yudi.

Pantauan inilahkito.com di gedung DPRD Musi Rawas siang kemarin, Jum’at (30/11). Menurut informasi di DPRD, seyogyanya paripurna DPRD terkait pengesahan Raperda APBD 2019 ini dilaksanakan pukul 13.00 WIB, kemudian ditunda pada pukul 16.00 WIB dan ditunda lagi hingga pukul 22.45 WIB.

Salah seorang anggota DPRD Musi Rawas meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, secara pribadi dirinya tidak terlalu kuatir apakah Raperda APBD 2019 ini disahkan atau tidak.

“Kalau mau sama-sama gigit jari, tidak usah disahkan.Paling-paling kita puasa saja,” katanya tanpa merinci maksud dari ucapannya itu.(IK)