Demi Wujudkan Musi Rawas Bebas BABS 2019

Sehari, Bupati Lakukan GMSS Roadshow Tiga Desa di Megang Sakti

Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan meroadshow Tiga Desa Sekaligus di Kecamatan Megang Sakti pada kegiatan Gerakan Musi Rawas Sempurna Sehat (GMSS), Jum’at (18/1).

Disamping tetap melaksanakan kegiatan dan program pelayanan kesehatan lainnya, GMSS tahun ini lebih memokuskan penuntasan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Bahkan pada 2019 ini, program Forum Kabupaten Sehat Menuju Kabupaten Bebas BABS 2019, dan mewujudkan Kabupaten Mura yang sehat mandiri dengan GMSS, serta menciptakan desa ODF (Open Defecation Free) BABS.

Selain itu juga menuju pelayanan kesehatan berkualitas, dan keluarga berprilaku hidup bersih dan sehat.

Pelaksanaan GMSS yang diawali di Dusun 5 Desa Megang Sakti V, dengan kegiatan pelayanan gotong royong pembangunan jamban keluarga, dan dilanjutkan di Desa Jajaran Baru I, yakni peninjauan apel siaga Gerakan Rumah Tanpa Asap Rokok (RTAR), pencanangan cakro dan pemasangan Stiker RTAR, dan berakhir di Desa Muara Megang Dusun I Suban Jaya, dengan peninjauan pelaksanan pelayanan terpadu.

GMSS ini langsung dikomandoi Bupati Mura H Hendra Gunawan, dan dihadiri Ketua TP PKK Mura dr Hj Noviar Marlina Gunawan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura Hj Mifta Hulummi, Asisten III Edi Iswanto, Camat Megang Sakti H Herry Achmadi, Sekretaris Dinkes M Nizar, dan jajaran kepala OPD, jajaran Dinkes dan juga pemerintah desa.

Dikatakan Bupati Mura H Hendra Gunawan, GMSS digelorakan untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang akan menjadi harapan bangsa di masa yang akan datang.

Bahkan apa yang dikerjakan selama ini sudah membuahkan hasil. Dimana melihat semangat yang dimiliki anak-anak di pedesaan, maka nantinya akan menjadi pemimpin yang hebat dimasa yang akan datang.

Meski berada di pedesaan dan dengan segala ketebatasan, tidak membuat minder melainkan dijadikan motivasi untuk terus belajar dan maju.

“Inilah bukti dari apa yang kita jaga, mulai dari kandungan maka masyarakat Mura akan menjadi orang-orang sehat, “katanya.

Hanya saja lanjut bupati, yang masih menjadi pekerjaan bersama yakni penuntasanan BABS. Dimana saat ini masih banyak masyarakat yang BABS dan belum memiliki jamban sehat. Untuk itu di 2019 ini, bupati meminta kepada seluruh jajaran Dinkes serta OPD terkait untuk bersama-sama mencari solusinya guna menuntaskan 100 persen jamban sehat.

“Selain itu mulai dari Dinkes dan Puskesmas, saya minta anak yang kurang gizi di data kembali. Disamping itu, Kabupaten Mura tahun ini mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumsel anggaran untuk pelayanan kesehatan. Jadi dengan anggaran alat kesehatan yang tidak wajar harus diganti. Seperti timbangan bayi jangan lagi menggunakan dacing,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, bupati mengucapkan terimkasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mura, khusus beberapa desa yang sudah terlihat perkembangannya semakin maju, mulai dari Puskesmas, Pustu dan Polindesnya. Kedepan semuanya akan terus diperbaiki, kemudian tinggal bagaimana upaya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinkes Mura Hj Mifta Hulummi, melalui Sekretaris M Nizar mengatakan, untuk 2019 ini kegiatan GMSS terus dilakukan setiap bulannya, dengan melaksanakannya di beberapa desa sekaligus.

Namun disamping pelaksanaan GMSS juga tetap dijalankan setiap bulannya di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Mura.

Hanya saja lanjutnya, sesuai dengan arahan Bupati Mura, untuk 2019 ini lebih memprioritas pada penuntasan jamban sehat sebelum November 2019 mendatang.

Untuk itu pihaknya dalam waktu dekat ini dengan melibatkan seluruh Kecamatan akan melaksanakan koordinasi untuk menyamakan data rumah yang belum memiliki jamban sehat.

“Sesuai dengan arahan ini, maka Dinkes bersama dengan OPD terkait akan mencari solusi alternatif yang efektif untuk menuntaskan jamban sehat di Mura. Untuk saat ini, data sementara realisasi jamban sehat baru mencapai 83,6 peraen, dengan persentasi hanya 16 persen. Namun secara jumlahnya masih bahyak yakni sekitar 2.500 rumah,” kata M Nizar.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dari 14 kecamatan di Kabupaten Mura, masih tingginya angka BABS lebih didominasi di kecamatan yang memiliki Kelurahan. Sebab untuk dikeluarahan tidak memiliki anggaran untuk membuat jamban sehat. Sedangkan untuk desa, penuntasannya menggunakan anggaran Dana Desa (DD).

“Untuk keluarahan ini kita akan kembali melakukan negosiasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan melaksanakan MoU untuk mengusulkan bantuan anggaran pembuatan jamban sehat untuk di kelurahan,” tutupnya. (adv/kom)