Ada Masalah Pribadi Dengan Ortunya, Oknum Kepala Sekolah di Lubuklinggau Tahan Ijazah Siswinya

LUBUKLINGGAU – Oknum Kepala Sekolah Yadika Lubuklinggau inisial S diduga nekat menahan ijazah SMA siswinya, lantaran orang tua siswinya itu ada urusan pribadi dengannya.

Siswi yang tidak tahu menahu persoalan orang tuanya itu bernama Zubaida kepada inilahkito.com, Selasa (5/2) membenarkan ijazahnya ditahan oleh oknum kepala sekolah Yadika inisial S itu.

Penahanan ijazah ini ditenggarai masalah pribadi orang tuanya dengan sang kepala sekolah, yakni soal jual beli tanah.

Oknum kepala sekolah tersebut meminta pihak orangtua Zubaidah menyelesaikan persoalan itu, barulah ijazah Zubaidah diserahkan.

Ketua LSM Lembaga Pengkajian Perlindungan Hukum (LPPH) Lubuklinggau Heru Kurniawan
mengutuk keras tindakan oknum kepala sekolah tersebut.

Menurut Heru, apa yang dilakukan kepala sekolah Yadika ini sudah melanggar UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan UU No 23 thn 2002 tentang perlindungan anak.

“Jika dalam seminggu ini masih juga ijazah Zubaidah ditahan, kita minta dan mendampingi korban akan melapor kepolisian, ” katanya.

Heru juga menjelaskan, pihak keluarga Zubaidah sudah beberapa kali melakukan mediasi dan menemui kepala sekolah, namun tidak membuahkan hasil.

Sementara oknum kepala sekolah S, dikonfirmasi inilahkito.com terkait persolan ini tidak memberikan tanggapan. (IK)