Dilarikan 10 Hari, Disetubuhi 10 Kali, Pria Ini Gagal Nikahi ABG Asal Jayaloka

MUSIRAWAS- Pria bernama Elang Giota (25), warga Desa Karang Dapo Lama Kecamatan Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang ini terpaksa mendekam di balik sel Polsek Jayaloka Polres Musi Rawas.

Dia diringkus petugas Polsek Jayaloka atas laporan keluarga korban dengan tuduhan membawa pergi anak perempuan yang belum dewasa.

Kejadiannya Selasa (19 /2) sekitar pukul 14.00 WIB lalu, di Desa Marga Tani Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas.

Saat itu pelaku menghubungi korban sebut saja Bunga (14) yang masih berstatus pelajar SMP ini melalui Handphone.

Pelaku menyuruh korban warga Desa Marga Tani Kecamatan Jayaloka Kabupaten Musi Rawas ini untuk berangkat ke Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang menemui pelaku.

Korban Bunga yang masih polos ini mau saja menuruti keinginan pelaku untuk bertemu.

Namun sejak bertemu dengan pelaku pada 19 Februari 2019 lalu, korban yang masih ABG ini tidak pulang ke rumahnya, sehingga kakek korban melapor ke Polsek Jayaloka.

Berdasarkan laporan kakek korban inilah, anggota Polsek Jayaloka langsung bergerak cepat guna mengetahui keberadaan Bunga.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kapolsek Jayaloka IPTU Rosidi membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku Elang Giota atas laporan keluarga korban.

Dikatakan Rosidi, pelaku dan korban berhasil diamankan Jum’at (1/3) sekitar pukul 02.30 WIB, setelah unit Reskrim Polsek Jayaloka menerima informasi dari orang tua korban tentang keberadaan korban dan pelaku.

“Pelaku diamankan di Desa Karang Dapo Lama Kecamatan Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang, dimana Informasinya korban dan pelaku telah merencanakan untuk mengurus acara nikah dibawah tangan, ” kata Rosidi.

Saat dilakukan penangkapan, pihak keluarga pelaku tidak menghalang-halangi anggota unit Reskrim Polsek Jayaloka untuk membawa keduanya ke Polsek Jayaloka Polres Musi Rawas.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Jayaloka, ” kata dia.

Sementara itu menurut keterangan pelaku, awal dirinya mengenal Bunga melalui media sosial facebook yang kemudian berlanjut saling tukar nomor handphone.

Setelah saling mengenal melalui facebook, pada Januari 2019 lalu keduanya sepakat untuk berpacaran dan puncaknya pelaku mengajak korban bertemu tanpa sepengetahuan kakek dan orangtua Bunga.

Diakui pelaku, selama 10 hari mengajak korban pergi, pelaku mengajaknya menginap di sebuah hotel di Kecamatan Tebing Tinggi dan di pondok kebun milik kakak perempuan pelaku di Kecamatan Talang Padang.

Pelaku juga mengakui selama pergi dengan Bunga, dirinya telah mengajak korban 10 kali berhubungan badan layaknya suami istri. (IK)