Ternyata Randi Tewas Tertembak

LUBUKLINGGAU- Jajaran Polsek Lubuklinggau Utara berhasil mengungkap penyebab tewasnya
Randi Wijaya (17).

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Harison Manik, Jum’at (22/3) mengatakan, awalnya korban yang ditemukan tak bernyawa di hutan kebun karet
Jalan Batu RT 04 Kelurahan Tanjung Raya Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 Kota Lubuklinggau, Sabtu ( 28/1) dua tahun lalu ini dikira mengalami kecelakaan atau terjatuh dari jurang saat mencari rotan.

Penemuan mayat warga Jalan Jambi Lama RT 04 Kelurahan Tanjung Raya Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 Kota Lubuklinggau ini bermula adanya laporan warga kepada anggota piket SPK Polsek Lubuklinggau Utara bahwa ada penemuan sesosok mayat laki- laki di tempat kejadian.

Kemudian anggota Polsek Lubuklinggau Utara langsung mengevakuasi mayat korban ke rumah sakit Dr Sobirin untuk dilakukan visum dan keesokan harinya mayat langsung dikebumikan.

Namun jelas Harison, dari hasil penyelidikan dilakukan unit Reskrim Polsek, terdapat beberapa kejanggalan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selain itu, anggota unit Reskrim juga mendapat informasi bahwa korban meninggal diduga dibunuh dengan cara ditembak menggunakan Senjata Api Rakitan ( Senpira ) jenis kecepek.

” Dari hasil gelar kasus baik di tingkat Polsek maupun di tingkat Polres serta hasil penyelidikan, penyidikan dan dari alat bukti yang didapat, maka penyidik menyimpulkan bahwa kasus yang menyebabkan korban meninggal bukan karena kecelakaan sendiri, namun tindak pidana pembunuhan dan dapat melacak siapa pelakunya yang kemudian diketahui diduga dilakukan tersangka,” terang dia.

Ditambahkan Harison, usai kejadian pelaku bernama Karmadona (29) warga Jalan Batu Pepeh Kelurahan Petanang Ilir Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 ini sempat melarikan diri keluar kota.

“Pelaku dapat ditangkap setelah kami mendapatkan informasi dari warga bahwa pelaku sudah kembali ke Lubuklinggau .Sehingga langsung dilakukan penangkapan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara Aiptu M Hasrul bersama Personil Unit Reskrim lainnya di rumah tersangka tanpa melakukan perlawanan,” jelas dia.

Setelah dilakukan interogasi kata Harison, tersangka mengakui perbuatannya tidak sengaja menembak korban.

Menurut pengakuan pelaku, dia bersama seorang temannya inisial I (DPO), saat itu sedang berburu babi.

Kemudian pelaku melihat korban dari jarak sekitar 5 meter di dalam hutan dengan posisi seperti binatang babi yang ingin diburu mereka.Sehingga tersangka Dona langsung spontan menembak ke arah korban sebanyak satu kali.

Ketika kedua tersangka mendekati buruannya, ternyata yang ditembak bukanlah seekor babi melainkan korban yang sudah terkapar dan tidak bergerak lagi.

Melihat kejadian itu, keduanya berlari memisahkan diri masing-masing. Tersangka Dona melarikan diri ke arah Muara Rupit, sementara tersangka inisial I lari ke daerah lain.

Dikatakan Kapolsek, terkait kasus ini pihaknya akan segera melakukan rekonstruksi, memeriksa saksi-saksi dan mencari barang bukti lainnya.

Tersangka jelasnya bakal dituntut sesuai pasal 338 KUHP ,
Dan Atau Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(IK)