Generasi Milenial Muda Kab. Musi Rawas: Antara Tantangan dan Harapan! (Sebuah Catatan Kecil)

 

OLEH: EFRAN HERYADI (EHY)
PENGAMAT PINGGIRAN/TOKOH PEMUDA KAB. MUSI RAWAS

Siang itu, Ahad, di penghujung bulan Maret. Matahari bersinar begitu terik. Di Angkringan Kampung Belimbing, F Trikoyo, Tugumulyo, Musi Rawas, sejauh mata memandang, tampak pohon-pohon belimbing yang menghijau, di sisi depan, ratusan kendaraan roda dua dan empat milik wisatawan lokal, di area parkir berjejer rapi. Orangtua dengan semangat membersamai anak-anaknya menikmati pemandangan sambil menikmati makanan di tempat wisata tersebut.

Saya hadir di sana bukan untuk berwisata. Tidak. Keberadaan saya adalah untuk menjumpai para generasi milenial muda yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP). Mereka terdiri dari mahasiswa dan sarjana yang belum lama merampungkan studi mereka.

Berbicara tentang generasi milenial, menurut Tapscott (2009), generasi milenial atau generasi Y adalah generasi yang dilahirkan tahun 1978-1999. Generasi yang dilabeli sebagai generasi yang cerdas teknologi, generasi yang memiliki referensi informasi yang tidak terbatas. Mereka sangat dipengaruhi oleh kebangkitan telepon cerdas (smartphone), penyebaran internet, dan kebangkitan media sosial.

Pertemuan dengan para aktivis pergerakan milenial ini terwujud berawal dari diskusi yang cukup intens saya dengan Bung Freewan Novio. Beliau adalah sosok birokrat dan milenial matang, baik dari sisi usia, kematangan pemikiran, dan memiliki akses ke perusahaan serta pejabat birokrasi. Kepada beliau, saya menyampaikan tentang harapan para kaum milenial muda yang kesehariannya berkutat dengan dunia organisasi yang saya dapatkan dari hasil pengamatan secara langsung saat membersamai mereka dalam berbagai kegiatan.

Bung Freewan, begitu sosok pemimpin milenial ini disapa, sangat antusias dan dengan segera menyambut baik ide sederhana saya serta menginisiasi agar diadakan pertemuan dengan para aktivis milenial tersebut. Beliau ingin bersilaturahim sekaligus mendengar secara langsung aspirasi adik-adik aktivis milenial.

Siang pun mulai beranjak dan bersalin rupa menjadi sebuah senja. Rintik hujan membasahi bumi, semakin bertambah sejuk suasana bincang santai dengan adik-adik aktivis pergerakan lintas organisasi kepemudaan ini. Tidak ada tema khusus yang dipersiapkan. Apatah lagi setting agar diskusi mengarah pada suatu hal. Semua berjalan alami. Sambil menikmati suguhan minuman dan makanan ringan, satu persatu perwakilan dari masing-masing OKP mengajukan pertanyaan dan tentang harapan mereka kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

Adik-adik aktivis milenial intinya menginginkan agar dibuka ruang bagi mereka untuk berkreasi, dukungan dalam berbagai kegiatan kepemudaan oleh Pemkab Musi Rawas yang selama ini telah berjalan dengan baik agar ditingkatkan dan menyentuh generasi milenial sampai ke pelosok desa. Tidak lupa mereka berharap, agar difasilitasi sekretariat kepemudaan di Kab. Musi Rawas. Mereka juga sangat menyayangkan adanya dualisme dalam tubuh KNPI yang notabene sebagai rumah bagi OKP-OKP, sehingga agenda kegiatan kepemudaan tidak terkoordinasi dengan baik. Adik-adik ini juga berharap agar dibentuk sebuah wadah organisasi kepemudaan yang nantinya mereka secara bersama-sama memercikkan api semangat kepada seluruh pemuda Kab. Musi Rawas sebagai bekal untuk menghadapi masa depan yang gilang-gemilang sesuai dengan bakat dan “passion” masing-masing.

Sebagai tokoh pemuda milenial matang, yang dalam kesehariannya berkecimpung dalam dunia birokrasi dan memiliki akses ke perusahaan, Bung Freewan, menyanggupi usulan adik-adik aktivis pergerakan lintas organisasi ini. Beliau akan segera menyampaikan kepada Bupati Musi Rawas dan pihak terkait. Seperti yang kita ketahui, bahwa Bupati Musi Rawas di berbagai kesempatan mengatakan betapa pentingnya peranan pemuda milenial dalam berpartisipasi membangun daerah tercinta. Beliau akan mendorong dan membuka kesempatan untuk generasi milenial berkiprah bersama pemerintah daerah untuk kemaslahatan masyarakat.

Sosok milenial matang yang kesehariannya menjabat sebagai Camat di Kecamatan Muara Lakitan berpesan kepada peserta bincang santai ini agar sebagai pemuda milenial untuk terus optimis, semangat membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif dengan metode¬†“thinking out of the box” yang inovatif, dan pergerakan yang penuh energi di tengah semakin ketatnya persaingan di era digital ini. Pemuda milenial diharapkan untuk menjadi¬†“change agent”, yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan diri. Untuk itu, para pemuda harus memiliki bekal ilmu pengetahuan, teknologi, dan skill.

Dan, senja pun mulai menua, bincang santai pun berakhir. Terlihat jelas, raut kegembiraan pada wajah-wajah muda nan penuh semangat. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa baru sekali ini ada pertemuan lintas organisasi di Kab. Musi Rawas. Ia juga mengusulkan agar pertemuan ini dilakukan secara berkesinambungan.

Harapan kita semua, semoga ajang silaturahmi dan bincang santai ini membuka cakrawala berpikir bagi generasi muda milenial dan menebalkan semangat dalam dunia pergerakan. Ke depannya, para generasi milenial muda yang tersebar sampai ke pelosok desa, dapat memberikan kontribusi positif dan berperan aktif dalam mendukung Visi dan Misi menuju masyarakat Kabupaten Musi Rawas yang Sejahtera, Mandiri, Produktif, Unggul, Religius, Nyaman, dan Aman. semoga!