Dan, Rumah Pemuda Itu Pun Terbentuklah Sudah

 

OLEH: EFRAN HERYADI (EHY)
PENGAMAT PINGGIRAN/SEKJEN PP-MURA

Pasca silaturahim dan bincang santai dengan beberapa aktivis yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) di Angkringan Kebun Belimbing, di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kab. Musi Rawas, saya banyak dihubungi oleh Adik-adik perwakilan dari masing-masing OKP agar dibuat sebuah wadah pergerakan pemuda di Kabupaten Musi Rawas.

Bagi para pembaca yang belum sempat membaca tentang acara silaturahim dan bincang santai di AKB, silakan menelusuri link berikut: (Generasi Milenial Muda Kab. Musi Rawas: Antara Tantangan dan Harapan! (Sebuah Catatan Kecil) http://inilahkito.com/2644-2/ dan Generasi Milenial Muda Musi Rawas : Antara Tantangan dan Harapan! (Sebuah Catatan Kecil) – http://www.kabarsriwijaya.com/2019/04/05/generasi-milenial-muda-musi-rawas-antara-tantangan-dan-harapan-sebuah-catatan-kecil/).

Sejujurnya saya dan Bung Freewan Novio terkejut dengan usulan dibentuknya wadah kepemudaan tersebut. Keterkejutan kami bukan pada ghirah (semangat) anak-anak milenial muda yang luar biasa itu. Tidak! Kami tidak pernah meragukan dian semangat dalam jiwa-jiwa mereka yang berkobar. Kami terkaget-kaget, karena sedari awal tidak ada niat sedikitpun untuk membuat wadah kepemudaan selain sebagai ajang silaturahim dan bincang santai untuk bertukar pikiran terahdap peran pemuda di Kab. Musi Rawas. Hanya itu. Sungguh!

Kami pun mengambil langkah cepat, bersegera mendiskusikan usul adik-adik milenial muda yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa, dan sarjana baru itu. Dalam waktu yang singkat dan kami akui dengan persiapan relatif prematur tersebut, rencana pun dibuat. Kami, sebagai produk awal generasi Y, sungguh tidak ingin memadamkan gejolak darah muda yang ingin membuka ruang guna berkontribusi bagi daerah tercinta.

Malam Minggu temaram, jutaan bintang gemintang berkelip di angkasa, sekira pukul 20.00 WIB, di sebuah ruangan, menghadap meja bundar, pertemuan pun dimulailah. Ide dan gagasan cerdas satu persatu diucapkan oleh generasi milenial muda, tentang bentuk organisasi, siapa nakhoda kapal besar yang akan memimpin ekspedisi demi merealisasi ekspektasi dan imajinasi mereka di lautan eksistensi dan dedikasi bagi pemuda di Bumi Lan Serasan Sekantenan khususnya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dialektika pun berlangsung cukup sengit yang terbalut dalam rasa kekeluargaan yang menyejukkan.

Saya pribadi terkesima dengan tekad sosok-sosok muda belia yang datang dan berasal dari beberapa wilayah Kab. Musi Rawas ini. Mereka bersepakat untuk melebur menjadi satu kekuatan, tanpa memandang status, warna OKP, suku, agama, ras, dan antar golongan. Saya bersyukur menjadi bagian sejarah kecil ini. Pada akhirnya, Bung Freewan Novio, sosok milenial matang, alumnus STPDN dan master “economy development” UGM ini didaulat secara aklamasi untuk memimpin organisasi Pemuda Pemudi Musi Rawas (PP-MURA).

Sungguh, ini bukan amanah yang ringan bagi Ketua Umum untuk merealisasi mimpi-mimpi anak-anak muda yang “melek” teknologi canggih, kritis, kreatif, dan penuh semangat ini. Terlebih lagi, ini organisasi yang baru berdiri. Butuh sebuah komitmen, konsistensi, kesabaran, kebijaksanaan, inovasi, dan langkah cerdas dalam berproses. Tanpa itu, api semangat ini akan padam, tunas harapan ini akan layu sebelum berkembang.
Namun, saya memiliki keyakinan, sebagai orang yang mengenal dekat dan sering terlibat diskusi dengan sosok anak seorang guru ini. Saya paham kekuatan figur muda dengan segudang pengalamannya sebagai birokrat dan akses luas dengan perusahaan-perusahaan ini. Jika organisasi kepemudaan ini sukses, tidak menutup kemungkinan, wadah ini menempatkan Ketua Umum PP-MURA sebagai “role model” kaum milenial (generasi Y) dan generasi Z. Dia sukses, cerdas, telah terbukti berprestasi dengan kepemimpinannya di birokrasi. Ini modal yang sangat baik sebagai calon pemimpin masa depan bila dia menginginkannya. Dalam dunia kepemudaan, ujian awal untuk memberikan “solution-oriented” bukan hanya “problem-oriented” yang dihadapi anak-anak muda.

Terakhir, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada adik-adik yang tergabung dalam Pemuda-Pemudi Musi Rawas ini. Semoga dengan kerja sama dan sama-sama bekerja, semangat rela berkorban, akan memperkuat kohesi dalam organisasi ini, hingga memiliki bekal menghadapi kompetensi yang kian ketat. Tidak kalah penting, sebagai putra daerah bisa memberikan kontribusi nyata guna mewujudkan visi dan misi Kabupaten Musi Rawas yang Sejahtera, Mandiri, Produktif, Unggul, Religius, Nyaman, dan Aman. Sesuai dengan “passion” dan “skill” masing-masing.
Semoga Tersemogakan!