Sekaligus Studi Kaji ke Desa Ponggok, Bimtek Kades Dilaksanakan di Luar Daerah

MUSIRAWAS – Kegiatan Bimtek kades di Musi Rawas yang dilaksanakan di Jogyakarta mendapat kritikan dari masyarakat.

Bukan permasalahan digelarnya Bimtek itu, namun menyayangkan mengapa Bimtek Pemdes tersebut harus dilakukan di luar Kabupaten Musi Rawas.

Apalagi yang membuka acara Bimtek dilakukan Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan dengan pematerinya Kajari MLM Hj Zuraidah, tentunya lebih efektif jika dilakukan di Kabupaten Musi Rawas.

“Mengingat untuk efisiensi anggaran, kami menyayangkan kegiatan Bimtek itu dilaksanakan di luar Kabupaten Musi Rawas.Ini pemborosan, dan disinyalir hanya menghamburkan anggaran saja di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tepuruk ,” kata salah seorang masyarakat Musi Rawas, Ag yang meminta namanya jangan ditulis di media, Selasa (18/6).

Dikatakan dia, Bimtek Kades ini sangat perlu dilakukan, namun bukan bearti dilakukan tanpa memperhatikan keefisiensi anggaran yang ada. Masih banyak pembangunan di desa yang harus diprioritaskan, ketimbang Bimtek yang dilakukan di luar Kabupaten Musi Rawas, yang tentunya menggunakan anggaran dana yang besar.

Untuk diketahui, Bimtek yang diikuti oleh 184 kades dan 12 camat di Musi Rawas difasilitasi Dinas PMD ini berlangsung di hotel Abadi Jogyakarta. Selain Bimtek, ratusan kades ini juga melakukan studi kaji banding di Desa Ponggok, Klaten Jawa Tengah.

Kadis PMD Musi Rawas Mefta Joni melalui Sekdin PMD Alexander saat dikonfirmasi inilahkito.com, Selasa (18/6) menjelaskan, Bimtek kades yang digelar di luar Kabupaten Musi Rawas ini karena sekaligus pelaksanaan study kaji banding di Desa Ponggok Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

“Tujuannya untuk membuka wawasan para kades,” jelasnya.

Dikatakannya, studi kaji dilakukan di Desa Ponggok ini karena desa itu merupakan salah satu desa di Indonesia yang memiliki Bumdes dengan 11 unit usaha yang mampu menghimpun Pendapatan Asli Desa. Pada 2018 lalu, desa ini mampu menghimpun Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 16 milyar.

“Study kaji ini yang tidak ada di Musi Rawas,” jelasnya.

Sementara Ketua Apdesi Kecamatan Sukakarya, Muharor mengatakan, kegiatan ini sangat baik dilakukan.

Tujuannya jelas Muharom, untuk memotifasi desa – desa di Musi Rawas, khususnya Desa Yudha Karya Bhakti Kecamatan Sukakarya, terkait bagaimana cara membangun sinergitas mengali potensi desa serta mengembangkan potensi untuk menjadikan penghasilan Asli desa.(IK)