Kelpin Dibunuh Karena Pelaku Ingin Kuasai Motor, Polisi Kejar Pelaku Lainnya

MUSIRAWAS -Jajaran Polres Musi Rawas saat ini masih mengejar Tiga dari Empat pelaku pembunuhan disertai Curas terhadap Kelpinda (15), yang mayatnya ditemukan di pinggir Sungai Kelingi Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri dua hari lalu.

Sementara Satu dari Empat pelaku, DA (14), warga Kelurahan Pasar Muara Beliti RT 01 Kecamatan Muara Beliti sudah diamankan sekitar delapan jam setelah mayat korban ditemukan.

Lelaki dibawah umur yang bekerja di cucian mobil ini diringkus di rumahnya , Rabu (19/6) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat ini tersangka DA diamankan di Polres Musi Rawas.

Sementara korban Kelpinda, merupakan pelajar SMP, warga Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas.

Motif pembunuhan dilakukan para tersangka, diduga ingin menguasai sepeda motor milik korban.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui rilis disampaikan humas Polres Musi Rawas, Kamis (20/6) menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan dan curas terhadap korban Kelpinda tersebut.

Baca juga http://inilahkito.com/penyebab-mr-x-tewas-ditemukan-di-sungai-kelingi-petunang-tunggu-hasil-visum/

Tiga tersangka yang belum tertangkap itu, Pr, Hz dan Dr.

Terungkapnya kasus pembunuhan disertai curas ini setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan atas penemuan mayat korban yang terdapat 15 luka tusukan di sekujur tubuhnya.

Dari hasil penyelidikan itulah diketahui salah satu pelakunya adalah DA, yang langsung dilakukan penangkapan saat pelaku sedang berada di rumahnya.

Tersangka DA langsung diinterogasi, yang kemudian diketahui bahwa pembunuhan tersebut sudah direncanakan sebelumnya oleh tersangka Hz alias Rendi di cucian mobil di Desa Muara Beliti.

Para pelaku membunuh korban terlebih dahulu, dan untuk menghilangkan jejak, mayat korban dibuang di sungai kelingi. Setelah itu baru mengambil sepeda motor milik korban.

Masing masing pelaku memiliki peran menghabisi nyawa korban, dimana tersangka DA berperan mengajak korban dari Jayaloka ke TKP pembunuhan ( tempat cucian
di Kelurahan Pasar Muara Beliti RT 01 Kecamatan Muara Beliti), dengan iming iming uang sebesar Rp 1 juta oleh Hz dan memukul korban sebanyak 3 kali di bagian bahu korban menggunakan kayu.

Sementara Hz, memukul korban pertama kali menggunakan kayu bulat mengenai tengkuk. Sehingga korban langsung jatuh pingsan terkelungkup. Kemudian korban ditarik ke tepi sungai, setelah itu mengambil pisau dan menusuk korban serta memasukkan korban ke dalam karung bersama Pr lalu menghanyutkan korban ke aliran sungai.

Sementara tersangka Pr berperan membalikkan badan korban menjadi terlentang dan menusuk korban menggunakan pisau berulang kali. Sedangkan tersangka Dr, memukul korban yang sudah berada di dalam karung dengan menggunakan batu sebanyak lima kali.

Selain kehilangan nyawa, korban kehilangan satu unit sepeda motor Beat warna hijau putih nopol BG 2357 GA.

Polisi juga sudah menyita barang bukti satu lembar STNK motor Honda Beat warna hijau putih BG 2375 GA, dua baju, dua celana, dan satu jaket milik korban.Kemudian satu buah batu sungai, satu jaket warna merah dipakai tersangka Hz, satu baju kaos warna biru dan satu celana jeans yang dipakai tersangka DA.

Para tersangka ini bakal dijerat pasal 340 KUHP sub 339 KUHP lebih sub pasal 80 ayat 3 tentang
tindak pidana pembunuhan yang disertai dengan Pencurian dengan Kekerasan, dan undang – undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.(IK)