Launching Penyaluran BPNT, Bupati H2G Ajak Masyarakat Terapkan AK5

MUSIRAWAS – Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan ( H2G) secara resmi membuka launching penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2019.

Penyaluran BPNT diperuntukan bagi 24.070 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM) atau keluarga miskin di Musi Rawas ini, berlangsung di gedung serba guna Kecamatan Purwodadi, Selasa, (9/7).

Usai membuka launching BPNT, bupati juga menyerahkan secara simbolis Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada KPM. Selain itu, bupati juga melakukan pemasangan stiker di rumah salah satu warga yang menerima bantuan, dan mengajaknya untuk terus berusaha dan berdo’a, agar penghasilannya kedepan menjadi lebih baik.

Dikatakan Bupati H2G dihadapan 615 KPM di Kecamatan Purwodadi, program bantuan ini merupakan bukti dari realisasi program pemerintah dari pusat hingga ke pemerintah Kabupaten Musi Rawas, guna membantu masyarakat yang belum mampu atau berpendapatan rendah.

Pada kesempatan itu, bupati juga meminta kepada camat dan kades untuk mengecek masyarakat yang penerima bantuan ini benar – benar tepat sasaran. Harapannya jangan sampai ada masyarakat yang tidak berhak, justru menerima program ini.

“Masyarakat yang mendapat bantuan ini adalah masyarakat yang memang pantas dan perlu untuk dibantu. Jangan sampai ada masyarakat yang mampu, justru mengambil jatah orang yang tidak mampu,” tegas H2G.

Bupati juga mengatakan bahwa bantuan ini sifatnya hanya sementara guna membantu masyarakat yang benar- benar membutuhkannya. Untuk itu jelasnya, sekecil apapun bantuan ini patut disukuri, serta mengajak masyarakat untuk menerapkan semangat ayo kerja, kerja, kerja, kerja dan kerja (AK5), sehingga dapat bersama-sama meningkatkan ekonomi dan lepas dari kemiskinan.

Sementara Kepala Dinas Sosial Agus Susanto yang juga bertindak sebagai sekretaris Tim Koordinasi Bansos Rastra / BPNT Kabupaten Musi Rawas mengatakan, penyaluran BPNT ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat yang memiliki pendapatan rendah, guna pemenuhan hak dasar berupa kebutuhan pangan.

Harapannya jelas Agus, program ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi KPM, sekaligus mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan. Kemudian tambahnya, untuk peningkatan akses pangan baik secara fisik, maupun secara ekonomi kepada KPM, dan membantu pertumbuhan ekonomi daerah.

Data KPM di Musi Rawas sebanyak 24.070 ini jelas Agus, sesuai dengan keputusan Mensos Republik Indonesia nomor 185/HUK/2018 tentang penetapan jumlah KPM dan lokasi Bansos Pangan 2019.

“Namun data ini akan dilakukan pemutahiran setiap bulan melalui mekanisme musyawarah desa atau kelurahan, dan disampaikan kepada tim koordinasi Bansos kecamatan untuk diteruskan kepada tim koordinasi Bansos Pangan Kabupaten Musi Rawas,” katanya.

Dia juga mengatakan, data penerima bantuan ini dipasang di kantor desa atau kelurahan, serta Puskesos di desa masing-masing.

“Bagi KPM atau penerima Bansos ini akan dilakukan pemasangan stiker,” kata dia.

Tujuan pemasangan stiker ini jelasnya, untuk memudahkan pengawasan penyaluran Bansos, serta dapat digunakan oleh stakeholder untuk penanganan fakir miskin, guna penyaluran bansos lainnya dalam rangka turut serta meningkatkan kesejahteraan KPM sehingga keluar dari kemiskinan. Selain itu jelasnya, untuk memudahkan pelaksanaan verval data kemiskinan.

Agus menambahkan, penyaluran Bansos non tunai ini dimulai sejak dilakukan lauching ini dilaksanakan oleh Bank Mandiri Mikro Busines Cluster Lubuklinggau dan Dinsos Musi Rawas.

“Penyaluran tahap satu ini adalah alokasi untuk bulan Juli tahun 2019 ,dengan besar bantuan sebesar Rp 110 ribu perbulan, yang peruntukannya untuk membeli beras dan telur,” kata dia.

Camat Purwodadi M Badrun mengucapkan terimakasih atas dipercayai Purwodadi sebagai tuan rumah launching BNPT Musi Rawas ini.

Dikatakan Badrun, penerima bantuan di Purwodadi ini hanya 615 KPM, dan merupakan kecamatan terkecil yang menerima bantuan tersebut.

Untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran, pihaknya akan segera turun ke lapangan, apakah bantuan ini benar – benar diterima oleh yang berhak menerimanya.

Dia juga mengimbau KPM di Purwodadi untuk memperbaiki diri, sehingga diharapkan jumlah penerima bantuan ini akan berkurang.

“Kedepan marilah bersama-sama memperbaiki diri dan merubah keadaan, dari yang tidak mampu menjadi mampu dan dari miskin menjadi kaya,” katanya.

Selaku camat, dirinya tidak mau Purwodadi ini nantinya tercatat sebagai penyumbang terbesar angka kemiskinan di Musi Rawas.

“Lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah,” kata dia. (IK)