Perkosa Pelajar Bawah Umur di BTS Ulu, Marwan Meringkuk di Balik Sel Tahanan

MUSIRAWAS – Marwan (38), warga Desa Mulyo Harjo Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas tak berkutik, saat personil Reskrim Polsek BTS Ulu meringkusnya, sekitar pukul 11.30 WIB, Sabtu (20/7).

Pria ini diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap pelajar yang masih di bawah umur inisial AA (13) warga yang sama dengan pelaku.

Penangkapan terhadap pria yang berprofesi sebagai petani ini, setelah adanya laporan Sutiyah (45) warga Desa Mulyo Harjo ke Polsek BTS Ulu dengan bukti Laporan Polisi Nomor : LP / B – 26 / VII/ 2019 /Sumsel / Res. Mura / Sek. BTS Ulu
Tanggal 20 Juli 2019.

Terungkap perbuatan tidak terpuji dilakukan Marwan terhadap AA ini pertama kali terjadi pada Kamis (7/3) sekira pukul 13.00 WIB.

Saat itu korban bersama kakak tirinya sedang tidur di kamar.Tiba – tiba tersangka membangunkan kakak tiri korban dan menyuruhnya mengantar adik tiri korban yang berusia Enam tahun mengaji.

Setelah kakak dan adik korban pergi, tersangka membujuk dan memaksa korban untuk berhubungan intim dan menjanjikan korban akan memberikan uang sebesar Rp 200 Ribu serta akan membelikan korban Handphone.

Setelah itu tersangka langsung membungkam mulut korban menggunakan tangan dan mendorong korban ke ranjang.

Kemudian tersangka menurunkan celana dan celana dalam korban dan mencium korban serta memegang payudara korban, kemudian memasukkan alat vital tersangka ke kemaluan korban.

Namun berselang beberapa menit kemudian, korban berhasil menendang perut tersangka dan kabur lewat pintu belakang.

Belum puas dengan aksinya yang pertama, tersangka pun kembali melancarkan aksinya pada
Selasa ( 9/4) sekitar pukul 13.10 WIB. Dimana saat itu korban juga sedang tidur bersama kakak tirinya di kamar.

Lagi – lagi tersangkapun membangunkan kakak tirinya dengan alasan menyuruh mengantarkan adik tiri korban untuk mengaji.

Setelah kakak tiri korban pergi, tersangka pun tidur di sebelah korban. Kesempatan itu digunakan tersangka mengerayangi tubuh serta menciumi korban. Tak lama kemudian, tersangka membuka celana dan celana dalam korban lalu memasukkan kelaminnya ke kemaluan korban.

Usai diperkosa tersangka, korban ketakutan dan langsung pergi meninggalkan tersangka.

Rupanya perbuatan bejat dilakukan tersangka tak cukup sampai di sini, tersangka pun kembali berencana memerkosa korban yang ketiga kalinya pada Rabu (10/7) sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat itu korban baru saja selesai mandi di sungai bersama temannya. Saat pulang ke rumah dan menggantikan baju di dalam kamar, tiba – tiba tersangka masuk ke dalam rumah dan mendobrak pintu kamar korban.

Korban pun terkejut dan langsung mendorong tersangka hingga terjatuh. Kesempatan itu langsung digunakan korban melarikan diri lewat pintu belakang.

Kesal dengan perbuatan tersangka, pelaku menceritakan peristiwa menimpanya kepada salah seorang pamannya.

Buntutnya, pada Jum’at (19/7), korban pun menceritakan seluruh kejadian menimpanya kepada kakak kandung korban.

Bak disambar petir, setelah mendengar cerita korban itu, keesokan harinya Sabtu (20/7) sekitar pukul 09.00 WIB, ibu dan kakak korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek BTS Ulu.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kapolsek BTS Ulu IPTU Harun Ashari membenarkan adanya dugaan peristiwa pemerkosaan dilakukan tersangka Marwan terhadap AA yang masih dibawah umur.

Setelah menerima laporan dari kakak dan ibu kandung korban, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan baik terhadap korban dan saksi-saksi, serta hasil visum et refertum.

Setelah itu jelas Kapolsek, pihaknya langsung memerintahkan Kanit Reskim beserta anggotanya melakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Tersangka langsung kita tangkap di rumahnya tanpa melakukan perlawanan,” jelas dia.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di Mapolsek BTS Ulu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya itu, Marwan bakal dihukum kurungan penjara sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 Jo pasal 76D UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.(IK)