Sinergikan Program Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal, Kemenko Perekonomian Berkungjung ke Musi Rawas

MUSIRAWAS – Asisten Deputi IV bidang koordinator perekonomian dan kreatif Kemenko Perekonomian Khaerul Saleh beserta rombongan berkunjung ke Kabupaten Musi Rawas, Rabu (24/7).

Selain bersilaturahim, kunjungan ini sebagai upaya untuk menyinergikan program pengembangan potensi ekonomi lokal sektor peternakan dan perkebunan, dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing ekonomi kawasan Kabupaten Musi Rawas.

Sejumlah tempat dikunjungi diantaranya Agro Techno Park UPT Perbenihan Tanaman Pangan Hortikultura Desa Tegalrejo Kecamatan Tugumulyo. Kemudian Desa T2 Kecamatan Purwodadi, dan Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas.

Turut hadir dalam kunjungan itu utusan Kemendesa PDTT Bahartani, utusan Kementan (Ditjen Peternakan) Maria, beserta rombongan dan perwakilan PT Astra Internasional Tbk Triyanto.

Kunjungan mereka diterima dan didampingi Bupati Musi Rawas diwakili Asisten I Setda Mura H Heriyanto, Kepala Bappeda Nanti Kasih, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tohirin, Kepala Balitbang H Bambang Hermanto.

Pada kesempatan itu, Khaerul Saleh mengatakan perlu adanya peningkatan daya saing ekonomi di kawasan Kabupaten Musi Rawas, dan Kemenko siap berkontribusi.

Keunggulan Musi Rawas jelasnya, sudah memiliki varitas unggulan, ditambah lagi Kabupaten Mura sudah menjadi sektor kawasan pertanian nasional.

“Kolaborasi memang sangat penting, yang kami ingin dorong harapan dari kegiatan ini sebuah program sinergi yang bisa tereksekusi. Artinya, ini juga bisa menjadi satu inspirasi untuk menjawab kebutuhan. Karena setiap program yang ada harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat, untuk itu kita akan membantu memasilitasinya,”kata Khaerul.

Ditambahkannya, apalagi Musi Rawas telah ada Agro Techno Park yang bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam mengembangkan benih padi varitas dayang rindu melalui rekayasa genetik.

Dia berharap bisa diolah dengan baik dan bersinergi, agar Kabupaten Mura lebih unggul, baik komuditas maupun kapasitas serta masyarakatnya.

Sebab yang dilakukan bukan hanya program fisik, tetapi juga program non fisik salah satu contoh dilakukannya pelatihan.

Dia berharap nantinya ada peningkatan kelas, petani bukan hanya bercocok tanam, kedepannya juga mampu melakukan pengolahan.

Sementara dari pihak pengurus Agro Techno Park (ATP) Musi Rawas Nila mengatakan, ATP Musi Rawas ini bekerjsama dengan BATAN sejak tahun 2015.

Salah satu tujuannya agar Musi Rawas swasembada beras, kedelai serta daging. Kolaborasi dilakukan agar terintegrasi antara tanaman dan ternak yang tujuan akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Dari 2015 hingga 2019 jelasnya, ATP telah melakukan pelatihan calon pengusaha dan petani, sehingga meminimalkan kebutuhan yang sering langkah, misalnya pupuk dan benih.

Untuk masalah pupuk, petani dilatih untuk menggunakan pupuk organik, sementara untuk benih dilatih bagaimana cara penangkaran benih. Sementara untuk petani kedelai, dilatih mengelola kedelai secara modren, baik dari segi rasa, penampilan dan keawetan.

Soprizal dari BATAN mengatakan, pihaknya sudah lama melakukan kerjasama ini, dan saat ini sudah memasuki tahap terakhir yakni tahap pengujian.

Mengapa dipilihnya Musi Rawas kata dia, karena adaptasi di Musi Rawas lebih bagus dibanding tempat lain. Selain itu jelasnya, pertanian terpadu untuk padi kedelai dan ternak sangat cocok untuk dikembangkan di Musi Rawas.

Sementara Plt Kadis Pertanian Tohirin mengatakan, Kabupaten Musi Rawas telah menjadi daerah surplus padi dari tahun 1982.

Terakhir produktivitas beras mencapai 160 ribuan ton lebih. Jumlah ini lebih dari mencukupi kebutuhan masyarakat Musi Rawas bahkan menyuplai untuk kebutuhan daerah defisit beras yakni Provinsi Jambi dan Bengkulu.

“Tugas kita, Musi Rawas harus tetap mempertahankan surplus beras,” katanya.

Sementara khusus untuk jagung dan kedelai jelasnya, Musi Rawas menjadi yang utama di Sumsel.

“Kemudian untuk ternak, kita merupakan unggulan untuk jenis hewan sapi, kambing dan itik. Kita berharap tindak lanjutnya dari kegiatan ini, sehingga bisa mengembangkan komoditas padi di Kabupaten Mura,” kata Tohirin.