Wabup Mura Dampingi FKUB Study Wawasan ke Banyuwangi

BANYUWANGI – Guna meningkatkan toleransi kerukunan umat beragama di Musi Rawas, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Musi Rawas melaksanakan study wawasan ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan berlangsung selama dua hari 5 – 6 Agustus ini dihadiri Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti, Kepala Kesbangpol H Amrah Muslimin, kepala seksi Haji dan Umroh Kemenag Asror, kabid ketahanan Ekonomi, seni budaya agama dan kemasyarakatan kesbangpol, H Paisal Kabid pengelolaan Komunikasi Publik Kominfo Mura Pangidoan Silitonga, dan Kasubbid Ketahanan Ekonomi, seni budaya agama dan kemasyarakatan kesbangpol, Efran Sutanto.

Pihak FKUB yang hadir ketua FKUB Misbahul Aririn, wakil ketua FKUM Pdt Roby Poliy, sekretaris FKUB Mirza Serawaidi, wakil sekretaris Munir Fatoni beserta anggota Edwin Gunawan, Triono, Suharto, Wayan Sukle, Toha Hidayat, Fitrian, HM. Slamet, Kausar, Muslih, A. Rafiq Rahman, Riyadi dan Pdt Dekhy Sarayar.

Para rombongan ini rombongan ini diterima oleh Bupati Banyuwangi diwakili Staf ahli Bidang Ekonomi dan keuangan Peni Handayani, didampingi Kakan Kesbangpol Banyuwangi Wiyono, Kabag Kesra setda Banyuwangi H Moh. Luqman, Kabid Kesbangpol Muhammad Rusdi, Ketua FKUB Banyuwangi KH Moh Yamin, Bendahara FKUB Banyuwangi H Imam Muklis, anggota FKUB Yosef Sumiatno, serta beberapa staf dilingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Pertemuan diawali dengan ramah tamah sambil ngopi bareng diruang lounge pelayanan publik. Ruangan ini dipakai untuk semua aplikasi informasi baik pelayanan maupun destinasy di Kabupaten Banyuwangi.

Selanjutnya, rombongan FKUB Musi Rawas melanjutkan pertemuan dengan FKUB Banyuwangi di ruang rapat Minakjingo. Dalam pertemuan ini dipimpin Bupati Banyuwangi diwakili stah ahli bupati bidang ekonomi dan keuangan, Peni Handayani.

Dikatakan Bupati Banyuwangi dalam sambutannya, setiap tahun Kabupaten Banyuwangi rata-rata mendapat kunjungan dari daerah lain sebanyak 49 ribu kunjungan dan menggelar 99 event yang dilakukan masing-masing SKPD tanpa menggunakan jasa event organizer ( EO .

Ditambahkannya, Bupati Banyuwangi juga mendapat penghargaan sebagai bupati yang paling banyak melakukan inovasi. Ada 10 ribu kolam rakyat, memiliki 199 pelayanan publik pada ruang yang disebut Mall publik.

Sementara untuk jarak desa yang paling jauh dari ibukota kabupaten berjarak 3 kilometer. Sehingga dibuat konsep smart kampung dengan sistem digitalisasi pelayanan digital.

“Sehingga ada 1.500 wi-fi yg tersebar diseluruh desa dalam wilayah kabupaten Banyuwangi,” jelasnya.

Sementara wakil Bupati Musi Rawas dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas diterimanya FKUB Kabupaten Musi Rawas di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami berharap kabupaten kami bisa mengambil contoh yang baik apa yang telah dilakukan oleh Banyuwangi terhadap masyarakat, baik keterbukaan informasi, pengembangan potensi wisata maupun pelayanan publik” katanya.

Pada kesempatan pertemuan itu, kepala Badan Kesatuan Bangsa dan politik Kabupaten Musi Rawas H Amrah Muslimin, Mengharapkan kepada FKUB Banyuwangi untuk berbagi pengalaman mengenai peran dan fungsi FKUB di Banyuwangi.

Kaban Kesbangpol Banyuwangi menjelaskan, bahwa keberagaman di Banyuwangi sangatlah luar biasa. Yang menjadi struktur sosial budaya masyarakat Banyuwangi itu ada dua pondasi yakni keberagaman etnik dan keberagaman agama dan aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Alhamdulilah sampai saat ini hubungan antar umat beragama tersebut selalu harmonis,” katanya.

Peran dan fungsi Kesbangpol dengan FKUB yakni mendorong hibah untuk kegiatan operasional FKUB, melakukan kegiatan pembinaan kerukunan umat beragama, memasilitasi FKUB dalam melaksanakan kegiatan terkait anggaran hibah agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

Diakhir acara Ketua FKUB Banyuwangi Bapak KH. Moh Yamien menjelaskan, FKUB Banyuwangi menerima dana operasional dan pembinaan untuk masing-masing agama dari anggaran APBN sebesar 50 juta per tahun anggaran.

Usai pertemuan itu, pihaknya juga mengajak FKUB Musi Rawas berkunjung ke rumah ibadah yang letaknya berdampingan dgn rumah ibadah agama lainnya dan dilanjutkan kegiatan berkunjung ke Desa Kebangsaan.(rilis Diskominfo Mura)