Gegara Gali Lubang WC, Efendi Warga TPK Tewas di Bunuh Tetangga

MUSIRAWAS – Efendi (67) warga Dusun 1 Desa Lubuk Besar, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Kabupaten Musi Rawas, Senin (19/8) sekitar pukul 11.30 WIB, tewas bersimbah darah diduga dibunuh tetangganya sendiri.

Penyebabnya gegara korban tidak mengindahkan teguran pelaku agar memindahkan tanah bekas galian WC ke tempat lain.

Kronologisnya bermula korban menggali lubang WC atau sepsitank yang berada tepat di antara rumah pelaku dan korban.

Melihat hal itu, pelaku bernama Irman (40) bersama anaknya Wiwin Saputra (22) menjadi emosi, karena tanah bekas galian tersebut menumpuk di sebelah rumah pelaku.

Meski telah diingatkan beberapa kali oleh pelaku agar tanah bekas galian dipindahkan, tetapi korban tidak menghiraukan, bahkan korban mencabut patok batas tanah.

Buntutnya, terjadilah pertengkaran mulut antara korban dan pelaku, yang berakhir dengan penusukan dan pembacokan berulang – ulang oleh kedua pelaku terhadap korban.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Plh Kapolsek Muara Beliti AKP Al Busro membenarkan adanya peristiwa dugaan pembunuhan dilakukan pelaku terhadap tetangganya sendiri. Bahkan katanya, saat ini kedua pelaku sudah diamankan di Mapolsek Muara Beliti.

Dijelaskan Al Busro, setelah menerima laporan dari Kades Lubuk Besar via telepon atas peristiwa pembunuhan itu, dirinya bersama Kanit Reskrim dan angkota piket serta tim medis Puskesmas Kecamatan TPK langsung ke Tempat Kejadian Perkara ( TKP).

“Setelah melakukan olah TKP, Kami langsung mengimbau Kades, perangkat desa, serta masyarakat Desa Lubuk Besar agar pelaku menyerahkan diri sebelum 1 x 24 jam, dan menghubungi nomor HP Kapolsek atau Kanit Reskrim,” katanya.

Dan pada pukul 14.20 WIB, Kapolsek mendapat informasi bahwa pelaku bernama Irman telah menyerahkan diri ke rumah salah satu warga desa setempat.

” Mendapat informasi ini, Saya langsung memerintahkan Kanit Reskrim dan anggota piket untuk melakukan penjemputan terhadap pelaku Irman,” jelasnya.

Selang beberapa jam atau sekitar pukul 16.30 WIB jelas Al Busro, pihaknya mendapat informasi dari salah satu keluarga pelaku, bahwa tersangka Wiwin Saputra telah menyerahkan diri ke rumah dan diantar keluarga ke rumah Kades.Sehingga dilakukan juga penjemputan terhadap pelaku.

Diijelaskan Al Busro, akibat peristiwa itu korban meninggal dunia dengan mengalami 11 luka tusukan. Diantaranya luka di bagian lengan atas sebelah kiri, bawah ketiak sebelah kiri, bahu sebelah kiri, lengan tangan kanan dada bagian tengah, leher sebelah kiri, leher bagian belakang, punggung sebelah kiri bawah, punggung belakang kiri atas, punggung sebelah kanan bawah, dan punggung belakang kanan atas.

Selain mengamankan kedua tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti berupa satu buah sarung senjata tajam jenis pisau berwarna putih.(IK)