DOA DAN PERLAKUAN KITA UNTUK TENAGA KESEHATAN DALAM MENGHADAPI COVID-19

Oleh: EFRAN HERYADI (EHY)

Dari semua profesi yang ada, profesi sebagai dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang paling rentan untuk tertular Covid 19, virus mematikan yang belum ada obatnya itu. Virus yang sudah ditetapkan WHO sebagai Pandemi itu.

Ingatan publik pasti masih terngiang dengan peristiwa ditolaknya jenazah seorang perawat korban Coronavirus oleh warga di sebuah daerah. Padahal, perawat itu tertular dari Pasien yang Ia rawat.

Hati kemanusiaan publik terkoyak. Si penolak mengalami perundungan. Sumpah serapah pun dialamatkan kepada mereka, para provokator yang menghalangi jenazah pejuang dan pahlawan kesehatan.

Kini mereka harus meringkuk dalam hotel prodeo, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, mereka berada di garda terdepan menjalankan tugas mulia. Mereka juga punya suami, istri, anak, orangtua, dan saudara. Sama seperti kita. Sudah belasan tenaga kesehatan yang meregang nyawa terpapar dan tertular dari pasien yang mereka rawat.

Bila kita bisa tinggal di rumah saja demi menghindar dari wabah virus berbahaya ini. Tidak dengan mereka. Tugas mulia wajib dijalankan dengan resiko terburuk yang akan mereka terima.

Belasan orang di antara mereka meninggal dunia dan banyak di antara mereka harus terusir dari rumah mereka sendiri. Karena ketakutan dan ketidaktahuan dari oknum masyarakat.

Penulis mencatat, telah banyak ikhtiar dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah demi melindungi tenaga kesehatan. Guna membekali mereka, para pejuang kesehatan dengan Alat Pelindung Diri (APD).

Beberapa langkah luar biasa diambil oleh Pemkab Musi Rawas untuk menambah ketersediaan APD bagi tenaga kesehatan. Gerak cepat yang terukur dan terkoordinasi dengan baik pun dilakukan dengan cara menggalang dana dari para ASN untuk dibelikan APD, kemudian dibagikan ke rumah sakit-rumah sakit dan Puskesmas yang ada di tiap kecamatan yang tersebar di wilayah Kab. Musi Rawas.

Tidak berhenti di situ saja, kemarin Pemkab Musi Rawas, melalui Bupati yang didampingi Wakil Bupati, unsur forkopimda, dan para kepala OPD, bertempat di halaman kantor Bupati Musi Rawas, menerima bantuan dari Ketua DPD PDIP Sumsel yang didampingi oleh beberapa anggota DPRD Kab. Musi Rawas dari PDIP.

Mendampingi Ketua DPD PDIP sumsel, hadir juga Ketua dan anggota DPRD Kab. Musi Rawas yang berasal dari PDIP di situ. Penulis menangkap secara jelas ada sinergi yang luar biasa yang terjalin. Ini sebuah bukti, sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah, mereka terpanggil dan tergerak dalam satu misi, yakni misi kemanusiaan.

Tidak ada yang tiba-tiba, ada chemistry yang telah lama terjalin.

Bantuan tersebut pun langsung diantar langsung oleh Bupati Musi Rawas ke Rumah Sakit, dan Puskesmas di Kab. Musi Rawas.

Kembali ke tenaga kesehatan, penulis yakin kita semua bersepakat bahwa dalam menjalankan tugasnya mengobati pasien Covid-19, para tenaga kesehatan wajib dilengkapi APD yang representatif agar mereka tidak boleh diliputi keraguan. Termasuk bagaimana mencegah agar warga Kab. Musi Rawas terhindar dari Coronavirus yang sangat berbahaya ini.

Kita sebagai masyarakat, perlu memberikan dukungan moril dan semangat kepada para pejuang kesehatan dalam menjalankan misi mulia ini.

Seperti yang Bupati Musi Rawas katakan, saat ini Musi Rawas memang belum memiliki pasien Positif Corona/Covid-19, namun bukan berarti hal tersebut membuat kita tidak siap. Mencegah jauh lebih baik dari mengobati.

Dalam hal mencegah dan mengobati virus yang belum ditemukan obatnya dan tidak kita ketahui kapan berakhirnya, para tenaga kesehatanlah yang berada di garda terdepan.

Tidak hanya mesti siap untuk jauh dari keluarga, kalian juga harus siap mempertaruhkan nyawa, karena punya risiko yang tinggi tertular Covid-19 dari pasien yang kalian rawat.

Doa kami semua bersama kalian, wahai pejuang kesehatan. Untuk segala pengorbanan kalian yang maha berat itu.