WARTAWAN JUGA TERDAMPAK COVID-19

Oleh: Efran Heryadi (EHY)

Profesi wartawan itu mulia. Dari tangan terampil mereka peristiwa apapun bisa menjadi berita. Begitupun sebaliknya, peristiwa apapun tidak akan menjadi berita jika tidak ditulis oleh wartawan.

Teman saya banyak yang berprofesi sebagai wartawan. Tugas wartawan itu juga berat. Mereka harus ke lapangan, dalam rangka mencari, memburu, mengumpul, dan menyiarkan berita.

Tak peduli waktu, terkadang mereka menemui medan yang berat, untuk bertemu narasumber guna melakukan wawancara. Agar berita yang mereka tulis dapat dinikmati pembaca.

Mereka juga mengajak pembaca untuk berpikir, melakukan kontrol sosial, sekaligus memberikan hiburan dengan menggunakan bahasa tulisan sebagai medianya.
Profesi wartawan menuntut keahlian dan profesionalitas.

Pandemi Covid-19 tak urung membuat wartawan waspada agar tidak terkena, terpapar, dan tertular virus yang amat sangat berbahaya ini.

Mereka para wartawan juga ikut terdampak. Tak lengkap menjalankan tugas hanya di rumah saja.

Hari ini, entitas kepedulian diperlihatkan oleh Bupati Musi Rawas, yang memberikan bantuan paket sembako kepada 185 wartawan yang terdampak covid -19.

Saya mengutip dari berita yang diterbitkan salah satu media online: inilahkito.com, yang teraktual, terpercaya, dan menginspirasi itu.

Saat menyerahkan bantuan itu, sosok pemimpin yang terkenal dekat dengan para wartawan, di antaranya acap kali membuat acara “Coffe Morning”, dan kegiatan lainnya, berucap:

“Wartawan merupakan lini penting dalam publikasi informasi terkini perihal perkembangan kondisi penanganan dan pencegahan Corona di Bumi Lan Serasan Sekentenan. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban saat kondisi darurat kesehatan seperti saat ini”.

Sepakat, Pak Bupati!