SEMOGA BERNILAI IBADAH!

Oleh: Efran Heryadi (EHY).

Malam tadi, saya menerima pesan melalui aplikasi WA dari seorang anak muda, Reta Andika namanya: “Mohon doanya, Kak. Besok, saya dan teman-teman akan menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga masyarakat Desa Jajaran Baru 1 dan 2, Kecamatan Megang Sakti, Kab. Musi Rawas”.

Saya mengenal betul siapa Reta, nama panggilannya, juga teman-temannya, Billy Putra Malingga, Febriansyah, Yogi Apriansyah, dkk.

Kami terhimpun dalam komunitas PP-MURA (Pemuda-pemudi Musi Rawas). Freewan Novio, tokoh milenial matang sebagai ketuanya.

Di komunitas ini, berkumpul anak-anak muda, yang berstatus mahasiswa atau baru saja menyelesaikan strata 1. Mereka berasal dari berbagai macam organisasi intra dan ekstra kampus.

Siang tadi saya mendapat kiriman foto dari anak-anak muda ini. Raut wajah yang diliputi kebahagiaan terlihat jelas dari wajah mereka. Idem titto dengan wajah warga masyarakat Desa Jajaran Baru 1 & 2, Kecamatan Megang Sakti, yang menerima paket sembako dari mereka.

Relawan H2G! Ya, itu nama yang mereka usung kali ini. Mereka terinspirasi dengan gerakan H2G, idola mereka.

Dalam kesenyapan, dengan ketulusan hati, mereka diam-diam mengimpun sembako dari para donatur untuk diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat yang terkena dampak wabah Covid-19.

Sejujurnya saya tidak begitu terkejut dengan aktivitas kemanusiaan yang dilakukan anak-anak muda ini. Jauh sebelum Pandemi Corona menghantam sendi perekonomian masyarakat, mereka telah berbagi melalui Komunitas Mura Bersedekah.

Tetap saja, apa pun itu, selalu spesial yang namanya kegiatan kemanusiaan berupa aksi sosial dengan tujuan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Seperti pesan yang disampaikan, H2G, Bupati Musi Rawas, bahwa kita harus bersatu padu dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini. Mari memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Apa pun itu bentuk kontribusinya.

Sangat sepakat, Pak.

Kita semua bangga dan mengapresiasi banyak pihak yang memberikan sumbangan melalui para relawan, komunitas, dan organisasi untuk disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

Pandemi Covid-19 belum ada obatnya dan kita belum tahu kapan ini akan berakhir. Maka, mari singsingkan lengan baju guna menghadapi musuh bersama.

Semua ego harus dikesampingkan. Karena ada hal yang lebih urgen untuk kita perjuangkan secara bersama-sama, yaitu keselamatan dan kesehatan bersama.

Berita terbaru di Kota Lubuk Linggau, terkait adanya pasien yang terpapar Coronavirus, tak pelak membuat kita cemas dan takut.

Hal itu manusiawi. Kita bukan takut mati. Kematian itu dialami oleh semua manusia. Kita sadar akan semua itu. Tapi mati karena terinfeksi virus berbahaya ini, lalu menularkan kepada keluarga, teman, dan orang banyak. Sungguh itu yang kita takutkan.

Sekarang saatnya kita untuk saling menguatkan, bukan untuk saling menyalahkan. Giat para relawan, yang mengumpulkan, dan menyalurkan bantuan dari para dermawan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat kecil yang bertambah merana karena virus corona ini.

Mereka tidak sendiri.

Ekspektasi kita sama. Doa kita pun serupa. Semoga wabah Covid-19 ini segera berakhir dan benar-benar berakhir.

Salut untuk anak-anak muda yang saya sebutkan di atas dan semua pihak yang telah membantu sesama.

Kesemua mereka, laksana kanebo basah yang mengelap kesusahan sesamanya. Menyeka keringat kecemasan dan ketakutan masyarakat yang membutuhkan.

Baik bantuan yang diberikan secara diam-diam, maupun dilakukan dengan terang-terangan. Apa pun wujud perhatian dan bantuan mereka.

Semoga bernilai ibadah.

Hingga saatnya nanti telah tiba, tatkala wabah ini tak ada lagi. Kita akan kembali berkumpul bersama, bersukacita menjalani pekerjaan, dan melepas kerinduan, dengan bersalaman, berangkulan, tanpa rasa takut terpapar virus corona. Bersama bangkit kembali setelah wabah menakutkan ini.

Aamiin Allahummah Aamiin.