Desa Leban Jaya Anggarkan 30 Persen DD untuk BLT Warga Miskin Terdampak Covid -19

MUSIRAWAS – Pemerintah Desa Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri bersama BPD, Kadus, relawan covid -19 serta tokoh masyarakat setempat menggelar Musyawarah Desa Khusus ( Musdessus ), Rabu (22/4).

Musdessus berlangsung di Balai Desa Leban Jaya dihadiri Babinsa dan Tim Pendamping Desa ini guna membahas dan sekaligus memvalidasi data Kepala Keluarga (KK) miskin yang benar – benar berhak menerima BLT akibat dampak pandemi covid -19.

Diketahui dalam musyawarah desa yang dipimpin Ketua BPD Leban Jaya Memet ini, Pemerintah Desa Leban Jaya telah mengalihkan 30 persen dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020, untuk dialokasikan sebagai Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga miskin yang berhak menerimanya akibat pandemi covid -19.

Kepala Desa Leban Jaya Beni Afriansah dalam sambutannya mengatakan, diadakannya Musdessus ini salah satunya untuk mengoreksi, memalidasi atau meminalisasi jumlah kepala keluarga miskin yang masuk dalam kriteria bakal penerima BLT.

Hal ini kata Kades, agar bantuan yang dianggarkan melalui pengalihan DD sebesar 30 persen ini benar – benar tepat sasaran.

Dengan keterbatasan anggaran tersebut, tentunya tidak dapat mengover seluruh keinginan warga yang telah diusulkan untuk menerima bantuan ini.

“Makanya melalui musyawarah ini, kita juga langsung melakukan validasi data warga yang benar – benar berhak menerimanya sesuai kriteria yang telah diatur oleh ketentuan peraturan dan undang – undang,” katanya.

Dia juga meminta kepada seluruh peserta musyawarah untuk membantu pihaknya agar menyosialisasikan kepada masyarakat Leban Jaya terkait bantuan ini. Salah satunya sosialisasi tentang kriteria siapa saja yang berhak menerimanya, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kecemburuan sosial di tengah – tengah masyarakat.

Setelah dilakukan validasi bersama seluruh perserta musyawarah jelas Kades, dari jumlah 189 KK yang sebelumnya terdata oleh tim, berkurang menjadi 154 KK.

“Berdasarkan data dilakukan BPD, Kadus, Tim Relawan dan Linmas, sebelumnya terdata 189 KK. Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi yang memang benar-benar berhak menerimanya sebanyak 154 KK,” jelas Kades.

Kades juga menjelaskan ,untuk Desa Leban Jaya ini ada Tiga kriteria masyarakat miskin yang berhak menerima BLT ini, diantaranya warga miskin yang tidak masuk dalam program PKH, BNPT dan kartu pra kerja.Kemudian warga miskin yang kehilangan pekerjaan karena di PHK serta keluarga miskin yang memiliki penyakit menahun.

Sementara untuk teknis penyalurannya nanti jelas Kades, masih akan dilakukan pengkajian ulang. Apakah nanti ditranfers melalui rekening atau ada mekanisme lain.

“Untuk penyalurannnya nanti kita atur bagaimana baiknya dan menunggu petunjuk,” jelas dia.

Senada disampaikan pendamping desa teknis, Yuniati Hasibuan mengatakan, ada 14 kriteria warga miskin yang berhak menerima BLT ini, kecuali yang telah masuk dalam program PKH, BNPT dan penerima kartu pra kerja.

“Untuk di Desa Leban Jaya sendiri ada tiga kategori, yakni warga miskin yang kehilangan pencarian atau PHK karena pandemi virus corona .Kemudian keluarga miskin yang mempunyai penyakit kronis dan menahun, serta keluarga miskin yang tidak tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tetapi memenuhi kriteria untuk mendapatkan BLT,” katanya.

Yuni juga menjelaskan nominal BLT per KK yang bakal disalurkan ini sebesar Rp 600 ribu selama Tiga kali setiap bulan terhitung April, Mei dan Juni tahun 2020.

Sementara Ketua BPD Leban Jaya Memet mengimbau seluruh anggotanya dan masyarakat Leban Jaya untuk bekerjasama dalam upaya memutus mata rantai pandemi covid -19 ini.

Dalam penyaluran BLT ini jelas Memet, pasti menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Untuk itu Dia meminta agar sama- sama memberikan pengertian kepada masyarakat.

Selain itu jelasnya, kepada Kadus dan Linmas diharapkan siap atau tidak siap, harus siap menerima kritikan terkait penyaluran bantuan ini di wilayahnya masing- masing.

Dia juga menjelaskan, adanya BLT yang mengalihkan 30 persen DD tahun 2020 ini, tentunya akan berimbas dengan berkurangnya beberapa item kegiatan atau pembangunan di Desa Leban Jaya pada tahun 2020 ini. (IK)