Leban Jaya Dirikan Tiga Posko Pantau Covid – 19 di Tiga Pintu Masuk Desa

Guna memantau warga yang masuk Desa Leban Jaya ,pemerintah setempat mendirikan Tiga Pos pantau covid -19 di tiga titik pintu masuk desa

MUSIRAWAS – Selain menyiapkan karantina dan Pos induk Penanggulangan Covid -19, Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri mendirikan Tiga Pos Pantau di tiga titik pintu masuk desa.

Tiga posko pemantauan ini didirikan di perbatasan Desa Leban Jaya – Bamasco Kecamatan Tuah Negeri, Desa Leban Jaya – Wanorejo Kecamatan Tugumulyo, dan perbatasan Desa Leban Jaya – Sadarkarya Kecamatan Purwodadi.

Ketiga titik ini merupakan akses keluar masuk warga, baik warga dari Desa Leban Jaya sendiri maupun warga dari luar desa.

“Tadi kami sudah melakukan musyawarah dengan mengundang seluruh perangkat desa, BPD, relawan covid, bidan desa dan seluruh kader kesehatan guna membahas pengoperasionalan dan jadwal yang akan bertugas di posko yang akan diaktifkan mulai Kamis ( 7/5/2020) ini,” kata Kades Leban Jaya Beni Afriansah, usai memimpin penyemprotan disinfektan, Selasa (5/5).


Jadi kata kades, selain mengintensifkan penyemprotan disinfektan dua kali dalam seminggu, pihaknya juga telah menyiapkan karantina dan pos induk penanggulangan. Pihaknya juga senantiasa bersiaga memerangi covid – 19 ini dengan mengaktifkan ketiga posko pantau di pintu keluar masuk warga.

Penyemprotan Disinfektan secara rutin dua kali seminggu

”Setelah beroperasinya pos pantau ini, petugas piket atau relawan covid -19 akan  stay di posko. Setiap warga yang masuk akan didata, asal mana dan mau ke mana, serta pengecekan suhu tubuh oleh tim kesehatan,” kata Beni.

Upaya ini jelas Beni, dilakukan untuk meminimalisir masuknya virus corona ke Desa Leban Jaya .

“Kami juga akan terus memantau perkembangan virus ini dengan meningkatkan kewaspadaan dini,” jelasnya.

Beni menambahkan, selain melakukan pemantauan khusus, pihaknya juga terus melakukan monitoring masyarakat yang pulang kampung. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan memastikan tidak munculnya covid-19 di Desa Leban Jaya, terutama dari pendatang atau warga yang pulang kampung.

Tim relawan covid -19 Desa Leban Jaya siap siaga melakukan penyemprotan disinfektan

Dikatakan Beni, pihaknya tidak akan lalai terkait upaya pencegahan terpaparnya virus corona ini. Untuk itu Dia mengajak semua pihak untuk intensif melakukan koordinasi guna menekan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi saat ini Kabupaten tetangga atau Kota Lubuklinggau sudah ditetapkan sebagai zona merah.

Musyawarah pendirian posko di pintu masuk Desa Leban Jaya

Beni juga memastikan bahwa sampai dengan saat ini tidak ada warganya yang terpapar virus corona. Meskipun saat ini jelasnya, ada dua warga yang baru kembali dari Pekan Baru yang masih dalam masa isolasi mandiri. Sementara 18 warga lainnya sudah dinyatakan aman, setelah menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari.(IK)