Pengecer Akui Terpaksa Jual Mahal LPG 3 Kg, BPSK Suport Hiswana Migas Gelar OP

LUBUKLINGGAU – Naiknya harga gas 3 Kg di tingkat pengecer bukan disebabkan pengecer ingin mengambil keuntungan besar. Kondisi ini salah satunya dipicu minimnya distribusi dan langkahnya keberadaan gas 3 Kg di tingkat pengecer, serta modalnya naik drastis.

Kondisi ini diakui oleh salah seorang pengecer gas 3 Kg di wilayah Kelurahan Ketuan I Kecamatan Lubuklinggau Selatan I Kota Lubuklinggau, Minggu, (19/5).

“Harganya Rp 35 Ribu, mau atau tidak ?. ” ucap salah seorang pengecer gas 3 Kg kepada pembeli.

Dilanjutkan pengecer, pihaknya tidak mengambil keuntungan terlalu tinggi terkait mahalnya harga gas 3 Kg ini.

” Kami terima modalnya saja sudah Rp 32 ribu per tabung, itupun hanya dikasih sedikit, hanya 10 tabung,” tambahnya lagi sembari menambahkan kondisi ini sudah berlangsung sejak Minggu kedua bulan Ramadhan.

Sementara Irawan, seorang pembeli warga Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri mengaku terpaksa membeli gas 3 Kg dengan harga tinggi.

” Gas kami habis, jadi meski mahal begini, terpaksa Kami beli, daripada tidak bisa masak,” katanya.

Menyikapi kondisi ini ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Lubuklinggau, H Nurussulhi Nawawi menjelaskan, pihaknya sudah mendapat info bahwa ada penambahan kuota LPG 3 Kg bersubsidi dari PT Winasta Caroline kepada pangkalan yang terdata di jalur distribusi rutin. Hal ini guna menindaklanjuti kelangkaan dan mahalnya harga beli LPG 3 Kg di tingkat pengecer.

Dikatakan pria yang akrab disapa Nun ini, pihaknya juga sudah menerima klarifikasi dari Ketua Hiswana Migas yang saat ini sedang mencari cara aman untuk melakukan Operasi Pasar (OP).

OP dilakukan agar pekerja – pekerja distributor dan bidang pokting Disdagind Lubuklinggau aman saat menyuplai kebutuhan LPG 3 Kg tambahan kuota lebaran, khususnya kepada Rumah Tangga Miskin ( RTM ) di tengah kondisi masyarakat sedang menghadapi pandemi Covid – 19.

“Kita (BPSK,red) support terhadap Hiswana Migas dan Disdagind untuk segera melakukan Operasi Pasar dengan metode yang aman pada situasi darurat corona ini,” katanya.

Dia juga mengimbau masyarakat sebaiknya pembelian LPG 3 Kg yang dirasakan melebihi 100 persen dari HET tersebut hendaknya meminta kwitansi pembelian.

“Jika pengecer berani buat kwitansi sebagai barang bukti, Kita pastikan akan mengajak Hiswana Migas dan Disdagind Lubuklinggau Sidak ke TKP. InsyaAllah langsung dilakukan penindakan tegas sebagai upaya memutus rantai siapa saja yang bermain sehingga harga LPG 3 Kg mencapai Rp 35 per tabung,” katanya.

Sementara ketua Hiswana Migas, Winasta Ayu Duri membenarkan bahwa dari pertamina sudah ada penambahan alokasi ke tiap – tiap agen kisaran 10-15 persen.

“Saya rasa kalau langka atau isu semacam itu, diakibatkan panic buying,” katanya.

Dimana kata Winasta, di tengah kondisi covid seperti ini, dimana seluruh keluarga harus stay at home tentunya penggunaan gas semakin meningkat. Belum lagi ditambah momen Idul Fitri.

“Permasalahan gas, gak bakal tuntas, jika semua hanya fokus pada gas melon atau LPG 3 Kg. Yok bantu agar yang sedikit punya rezeki pakai bright gas,” ajaknya.

Apalagi saat ini jelasnya, . pertamina sudah meluncurkan aplikasi my pertamina, dimana harga di lapangan bisa diperoleh dengan harga yang jauh lebih murah. (IK)

Tinggalkan Balasan