Isu Bakal di PHK, Ratusan BHL PT Evans Lestari Merasa Ditipu dan Lakukan Protes

Ratusan BHL PT Evans Lestari lakukan protes

MUSIRAWAS – Ratusan Buruh Harian Lepas ( BHL ) PT Evans Lestari melakukan protes, Sabtu (6/6).

Aksi protes ini dilakukan menyusul adanya informasi BHL yang berusia diatas 50 tahun, pada Juli mendatang akan dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan.

Aksi protes ini dilakukan karena menganggap perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit tersebut telah melakukan kebohongan. Pasalnya saat mereka diterima menjadi BHL, tidak ada kontrak kerja yang menjelaskan soal batas usia BHL.

Menurut sejumlah BHL yang melakukan protes, salah satu persyaratan mereka bisa bekerja menjadi BHL ini setelah lahan mereka dijual kepada perusahaan tersebut.

“Jika kebijakan perusahaan akan melakukan PHK tersebut benar, Kami menyesal telah menjual lahan kepada perusahaan. Dan ini ielas penipuan,” sebut salah seorang BHL yang ikut melakukan protes di lokasi perkebunan sawit PT Evans Lestari.

Dikatakannya lagi, jika sejak awal pihak perusahaan menjelaskan bahwa batas usia BHL dibatasi sampai usia 50 tahun , mereka tidak akan menjual lahan kepada perusahaan dan bekerja sebagai BHL di perusahaan tersebut.

Jika rencana perusahaan memang harus melakukan PHK terhadap BHL yang batas usianya sudah mencapai 50 tahun ke atas, mereka meminta kebijakan perusahaan untuk mencari solusi seadil – adilnya yang tidak hanya menguntungkan perusahaan dan tidak merugikan pekerja.

Buntut dari rencana perusahaan tersebut, ratusan BHL menyampaikan protes kepada pihak perusahaan dengan mendatangi base elstate PT Evans Lestari.

Kehadiran ratusan BHL ini diterima pihak perusahaan dengan meminta Tiga koordinator BHL untuk melakukan dialog dengan pihak perusahaan.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Kades Petunang Irma Sandra dan Kades Leban Jaya Beni Afriansah.

Koordinator aksi A. Nain didampingi Abdul Hamid sebelum melakukan aksi protes kepada inilahkito.com mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya ini bukanlah demontrasi, tapi menyampaikan protes terkait adanya informasi PHK bagi BHL yang berusia di atas 50 tahun.

“Kami hanya mempertanyakan informasi tersebut, jika info yang sampai kepada Kami tersebut benar, kami minta solusi atau kebijakan perusahaan yang tidak merugikan kami,” katanya.

Manager PT Evans Lestari, Lukito saat dikonfirmasi terkait protes ratusan BHL tersebut tidak memberikan tanggapan secara detail.

“Silahkan konfirmasi kepada yang berwenang ,” katanya singkat.

Anggota komisi 1 DPRD Kabupaten Musi Rawas Febriansyah saat diminta tanggapan terkait persoalan ini berharap PT Evans Lestari tidak melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Dan apapun kebijakan perusahaan terkait PHK BHL ini harus berpihak kepada masyarakat.

Pihaknya berharap kepada perusahaan untuk tetap memperkerjakan para BHL yang berusia di atas 50 tahun ke atas ini. Apalagi di tengah kondisi saat ini, pihak perusahaan diwajibkan memikirkan kelayakan hidup dan ekonomi para BHL.

Ditambahkan Febri, jikapun kebijakan perusahaan memang mengharuskan BHL yang usia diatas 50 tahun di PHK, perusahaan harus mencari solusi tepat, misalnya BHL yang usianya di atas 50 tahun yang terkena PHK ini dialihkan kepada anaknya atau keluarganya terdekat.

“Keberadaan perusahaan harus memikirkan rakyat sekitar tempatnya beroperasi. Menurut aturannya, perusahaan wajib memperkerjakan 70 persen tenaga kerja berasal dari putra daerah tempat perusahaan tersebut beroperasi,” katanya.

Jika aksi protes para BHL ini tidak bisa dituntaskan di tingkat internal perusahaan, pihaknya siap menjadi perpanjangan tangan para BHL untuk memperjuangkan hak-haknya.

“Jika nanti ada pengaduan dari para BHL yang merasa dirugikan oleh kebijakan perusahaan terkait persoalan ini, Kami siap memasilitasi dan melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait seperti pihak perusahaan, Disnaker dan para BHL,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Musi Rawas Mefta Joni mengatakan, adanya protes ratusan BHL terkait rencana pemutusan hubungan kerja terhadap BHL yang usianya diatas 50 tahun ke atas ini hanyalah kesalahpahaman informasi yang sampai kepada tenaga kerja.

Berdasarkan informasi yang dia terima dari perusahaan, kata Mefta, bahwa informasi yang benar yakni perusahaan akan melakukan sosialisasi terkait pensiun Naker yang berusia diatas 55 tahun. Itupun nantinya akan dipilah yang sudah melepaskan lahan mereka.

“Hanya kesalahpahaman info saja.Saat ini berdasarkan laporan dari kebun, kondisinya sudah kondusif,” katanya.(IK)