Jalan Hotmix di Dua Desa “Ibarat Beli Kemeja Baru, Belum Dipakai Sudah Koyak”

kondisi jalan bamasco yang ditingkatkan hotmix

MUSIRAWAS – Anggota BPD dan Kades Bamasco Kecamatan Tuah Negeri menyesalkan pekerjaan proyek peningkatan jalan hotmix di desanya yang baru saja dikerjakan pihak rekanan.

Pasalnya menurut mereka, peningkatan jalan hotmix AC BC dikerjakan CV Tri Sentosa Mandiri dengan nilai proyek sebesar Rp 1.947.500.000 ini terkesan dikerjakan asal-asalan alias tidak maksimal.

Betapa tidak, proyek yang bersumber dari APBD Musi Rawas tahun anggaran 2020 yang baru saja dikerjakan pihak rekanan ini sudah mengalami kerusakan. Kerusakan ini diduga disebabkan aspal yang terlalu tipis serta diduga dikerjakan tidak sesuai standar pengerjaan yang ditetapkan.

Anggota BPD Desa Bamasco
Apriansyah, Selasa (30/6) mengatakan, awalnya pengerjaan proyek tersebut kurang volume sekitar 20 meter, meskipun kini informasinya pengerjaan tambahan sudah dilakukan pihak rekanan.

“Aspalnya terlalu tipis, dan terkesan dikerjakan asal-asalan.Lihat saja belumlah digunakan, sudah ada bagian jalan yang rusak, meskipun memang ada perbaikan dari rekanan,” katanya.

Dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Dinas PU Bina Marga, agar betul- betul selektif terhadap rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, serta melakukan pengawasan maksimal.

“Jangan sampai kesannya pihak rekanan semata mata hanya memikirkan keuntungan saja dalam mengerjakan sebuah proyek, namun harus juga memikirkan mutu dan kualitas dari pekerjaannya,” harap dia.

Sementara itu Kades Bamasco Candra membenarkan bahwa kondisi jalan yang baru saja dibangun di desanya terindikasi kurang maksimal.

“Pengerjaannya memang terkesan tidak maksimal, kalau kondisinya seperti ini, dipastikan dua atau tiga bulan kedepan jalan ini sudah rusak,” katanya.

Dikatakan dia, jalan yang baru saja dikerjakan ini sudah mengalami tambal sulam karena mengalami kerusakan.

“Masak belum digunakan saja sudah alami kerusakan.Ibarat membeli kemeja baru, belum dipakai tapi sudah koyak, meskipun dijahit kembali,” katanya.

Dia berharap pihak rekanan kembali memperbaiki jalan serta menambah ketebalan aspal, seraya mengimbau pihak Dinas PU Bina Marga agar maksimal mengawasi pengerjaan proyek tersebut.

Kades Candra juga mengimbau masyarakat untuk bersama – sama menjaga dan memelihara jalan yang baru dibangun ini agar tidak cepat rusak.

“Kepada warga Bamasco, marilah kita bersama-sama menjaga dan memelihara jalan yang baru dibangun ini agar jangan sampai cepat rusak,” imbaunya seraya berharap kepada rekanan untuk kembali mempertebal aspal pada bagian jalan yang masih terlihat tipis.

Inilah kondisi peningkatan hotmix jalan desa jaya tunggal, terlihat aspalnya sangat tipis

Sementara itu di lokasi berbeda, pengerjaan peningkatan jalan hotmix di Desa Jaya Tunggal yang dikerjakan CV Cipta dengan nilai pagu proyek sebesar Rp 1.287.383.500 mengalami kondisi yang sama.

Menurut masyarakat setempat, pengerjaannya terkesan tidak maksimal dan asal-asalan.

“Mungkin aspalnya terlalu tipis, sehingga batu splitnya terlihat kepermukaaan gerotol – gerotol” kata Ramsi warga Desa Jaya Tunggal.

Terkait informasi ini, anggota Komisi Bidang Pembangunan DPRD Musi Rawas , Nawawi mengatakan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak ( Sidak ) terhadap pengerjaan proyek tersebut.

Jika pengerjaannya terindikasi dikerjakan tidak maksimal dan terkesan asal-asalan serta tidak mengutamakan mutu dan kualitas, pihaknya akan meminta kepada rekanan untuk kembali mengerjakan proyek tersebut sesuai standar yang telah ditentukan dalam RAB pekerjaan proyek.

“Dalam waktu dekat, kita akan melakukan sidak, jika memang ada indikasi asal-asalan dan tidak maksimal, kita minta dikerjakan ulang,” ujarnya.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan proyek tersebut, Dedek menjelaskan, pengerjaan proyek ini masih dalam tahap pelaksanaan dan belum selesai 100 persen.

Dikatakan Dedek, pihaknya meminta rekanan mengerjakan kembali kondisi jalan yang belum maksimal dikerjakan tersebut. (fr/ik)