Dinas PU BM Mura Dinilai Tidak Cermat Prioritaskan Perbaikan Jalan

MUSIRAWAS- Ketidakcermatan Dinas PU BM Kabupaten Musi Rawas merencanakan dan mengerjakan proyek pemeliharaan jalan di Kabupaten Musi Rawas membuat sejumlah warga kecewa.

Hal ini diungkapkan salah seorang wartawan yang bertugas di Kabupaten Musi Rawas, Firmansyah, Jum’at (17/7).

Salah satunya menurut warga Desa Leban Jaya ini, proyek pemeliharaan periodik jalan Q1 Tambah Asri – Simpang Semambang dikerjakan CV Cipta dengan nilai proyek Rp 772 Juta.

Semestinya, sesuai dengan judul proyek, pemeliharaan jalan tersebut dilakukan dari Desa Q1 Tambah Asri hingga Dusun Simpang Semambang. Namun di lapangan, hanya dikerjakan dari Q1 Tambah Asri sampai Dusun Suban Desa Leban Jaya. Kini, pengerjaannya stop dan belum diketahui kapan akan dilakukan pengerjaan lanjutan.

Selain itu katanya, Dinas PU BM tidak cermat menentukan lokasi atau titik pekerjaan yang prioritas atau urgen untuk dikerjakan. Semestinya yang harus diprioritaskan pengerjaannya, titik jalan yang benar – benar mengalami kerusakan fatal yang dapat menganggu aktifitas pengguna jalan. Artinya, kondisi jalan yang benar- benar fatal dan membutuhkan segera untuk diperbaiki, lebih diprioritaskan untuk didahului pelaksanaanya. Tapi kenyataannya, yang lebih dahulu dikerjakan, di titik jalan yang kondisi kerusakannya tidak terlalu parah.

” Pengerjaan proyek pemeliharaan jalan ini sudah stop, dimungkinkan karena adanya efisiensi anggaran. Namun meski demikian, seharusnya Dinas PU BM cermat memetakan titik jalan yang kondisinya sangat fatal untuk didahului dikerjakan, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna jalan,” katanya.

Kalau seperti ini tambah dia, kesannya sangat kentara sekali pengerjaan proyek tersebut disinyalir hanya trik untuk menyerap anggaran, tanpa memperhatikan prioritas yang semestinya lebih didahulukan untuk dikerjakan sehingga betul- betul bermanfaat bagi masyarakat.

“Belum lagi nanti bicara soal kualitas dan mutu proyek yang dikerjakan. Dari segi pemetaan yang mana titik lebih urgen dan perioritas pun, nampaknya Dinas PU BM tak sanggup membedakan.
Cobalah Kadis PU BM tinjau langsung ke lokasi dan kondisi jalan yang sangat memerlukan perbaikan dan pemeliharaan ini, jangan hanya menerima laporan dari bawahannya saja,” katanya lagi.

Pantauan wartawan inilahkito.com, Irawan di lapangan, kondisi titik jalan yang alami kerusakan berat dan sangat penting untuk segera dilakukan perbaikan yakni titik jalan antara perbatasan Desa Leban Jaya ke Desa Bamasco.

Di lokasi jalan rusak ini, sering terjadi kecelakaan karena sama – sama mengelak lubang. Banyak juga pengendara terjebak di dalam lubang yang tertutup air.

Sementara kondisi jalan antara Q1 Tambah Asri ke Dusun Suban Desa Leban Jaya yang telah dilakukan perbaikan oleh rekanan CV Cipta, kondisi kerusakannya diperkirakan tidak lebih dari 30 persen bila dibandingkan dengan kerusakan jalan antara perbatasan Desa Leban Jaya – Bamasco.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas daerah pemilihan enam, Febriansyah mengatakan, seharusnya Dinas PU BM lebih jeli memerioritaskan mana kondisi jalan yang sangat layak untuk diperbaiki, serta intens melakukan pengawasan, baik dari pengawas lapangan maupun PPTK proyek.

“Dinas PU BM jangan lempem, sehingga pengerjaan dilakukan rekanan dilapangan asal-asalan saja,” katanya.

Apalagi di tengah kondisi saat ini, diberlakukan efisiensi anggaran guna pencegahan pandemi covid 19, yang berimbas adanya pengurangan volume fisik proyek yang disesuaikan dengan anggaran yang tersisa.

Untuk itu jelasnya, diperlukan kejelian pihak PU BM untuk memetakan titik jalan yang benar- benar urgen untuk lebih didahulukan perbaikannya.

“Selain itu perlunya pengawasan maksimal. Sebab dari laporan masyarakat, banyak proyek pengerjaan peningkatan jalan yang baru saja dikerjakan tapi sudah mengalami kerusakan,” katanya.

Febri juga mengatakan, selain peningkatan jalan berkualitas, dinas terkait juga diharapkan melakukan pembersihan rumput yang berada di sisi jalan dan menganggu pandangan pengendara.

Plt Kadis PU BM Musi Rawas Azhari, meski telah diminta tanggapannya terkait persoalan ini, namun hingga berita ini dinaikan tidak memberikan tanggapan apapun ( Irawan/tim/ ik)