Berkat H2G, Masyarakat Musi Rawas Bakal Nikmati Jargas Rumah Tangga

MUSIRAWAS – Masyarakat Kabupaten Musi Rawas patut berbangga memiliki Bupati H Hendra Gunawan (H2G).

Betapa tidak, pria yang kini telah cuti dari jabatannya karena kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Musi Rawas untuk melanjutkan program – program yang belum tuntas, dengan segala upayanya terus melakukan inovasi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Salah satunya melalui peran aktif H2G, tak tanggung – tanggung menargetkan hingga 2025 mendatang seluruh kecamatan di Kabupaten Musi Rawas agar dapat menikmati aliran Jaringan Gas (Jargas) untuk rumah tangga.

Target tersebut perlahan tapi pasti diwujudkan, yang mana pelaksanaannya telah dimulai sejak 2018 lalu. Dimana pada 2018 lalu, Kabupaten Musi Rawas telah mendapatkan alokasi pembangunan Jargas melalui dana APBN tahun 2018 sebanyak 5.182 rumah tangga di Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Tuah Negeri telah terpasang jargas.

Rinciannya untuk Kecamatan Sukakarya sebanyak 3.926 Sambungan Rumah ( SR ), meliputi Desa Ciptodadi sebanyak 962 SR, Ciptodadi 2 sebanyak 477 SR, Sukarena sebanyak 252 SR, Rantau Alih sebanyak 249 SR, Bangun Rejo sebanyak 779 SR, Sukowarno sebanyak 448 SR, Sugi Waras sebanyak 538 SR dan Desa Yudha Karya Bhakti sebanyak 251 SR.

Pada tahun itu juga, Tiga Desa di Kecamatan Tuah Negeri teralokasi sebanyak 1.204 SR, meliputi Desa Jaya Tunggal sebanyak 400 SR, Dharma Sakti sebanyak 371 SR dan Desa Jaya Bhakti sebanyak 455 SR.

Pada 2020 ini, meskipun kegiatan pemasangan Jargas di Indonesia banyak dibatalkan yang salah satunya disebabkan adanya pandemi covid 19, namun tidak bagi Kabupaten Musi Rawas.

Berkat upaya yang terus dilakukan H2G, hasilnya di Sumatera Selatan hanya dua kabupaten saja yang mendapatkan alokasi pembangunan jargas, yakni Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Banyuasin.

Untuk Kabupaten Musi Rawas, pada 2020 ini dialokasikan untuk Kecamatan Tuah Negeri sebanyak 4.809 SR meliputi Desa Air Beliti sebanyak 524 SR, Bamasco sebanyak 830 SR, Banpres sebanyak 814. SR, Dharma Sakti sebanyak 91 SR, Leban Jaya 854 SR, Lubuk Rumbai sebanyak 1.354 SR dan
Desa Suka Mulya sebanyak 342. SR.

Camat Tuah Negeri Christiandi, dikonfirmasi wartawan inilahkito.com mengatakan, progres tahapan pembangunan Jargas di Kecamatan Tuah Negeri alokasi tahun 2020 ini sudah terlaksana sekitar 65 persen.

“Untuk pengalian pipa instalasi di dalam desa sudah terpasang di Enam dari Tujuh desa di Tuah Negeri yang direncanakan teraliri jargas,” katanya, Minggu (27/9).

Dia mengatakan proyek pembangunan jargas ini merupakan proyek negara yang dikerjakan oleh salah satu BUMN, yakni PT Hutama Karya sebagai pelaksananya.

“Pemasangan instalasi sampai ke rumah warga ini tidak dipungut biaya sepeserpun, dan juga akan diberikan kompor dua tungku secara gratis,” kata dia.

Dia berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh kegiatan proyek jargas ini, sehingga pelaksanaannya lancar dan tepat waktu sesuai harapan.

Sementara Kades Leban Jaya Beni Afriansah yang desanya menjadi salah satu desa yang mendapat alokasi pembangunan jargas tahun 2020 ini, mengucapkan terimakasih atas upaya pemerintah Kabupaten Musi Rawas yang telah mewujudkan harapan masyarakat khususnya warga Leban Jaya untuk menikmati jargas rumah tangga ini.

Dikatakan Beni, banyak keuntungan yang dinikmati masyarakat dengan adanya jargas ini.

Dari segi ekonomi, penggunaan jargas ini biayanya jauh lebih murah, dibandingkan gas elpiji yang digunakan selama ini.

“Asumsinya, jika menggunakan gas elpiji perbulannya bisa mengeluarkan biaya Rp 50 ribu, namun dengan jargas ini paling boros hanya Rp 25 ribu, untuk keperluan rumah tangga yang sedikit hanya Rp 7 ribu paling banyak Rp 15 ribu,” katanya.

Selain itu kata Beni, untuk resiko amannya paling rendah jargas di bandingkan gas elpiji.

Untuk Desa Leban Jaya kata Beni, teralokasi sebanyak 784 rumah tangga atau
1.045 Kepala Keluarga (KK) yang memasang jargas.(IK)