Dugaan Calon Bupati Nomor Urut Satu Terpapar Covid 19, Ini Jawaban Ketua KPU Mura

MUSIRAWAS – Debat publik yang bakal digelar KPU Musi Rawas 31 Oktober ini dipastikan hanya diikuti oleh satu kandidat calon bupati nomor urut dua H Hendra Gunawan bersama pasangannya H Mulyana saja.

Pasalnya kandidat calon bupati nomor urut Satu Hj Ratna Machmud dipastikan tidak dapat hadir mengikuti debat publik tersebut, dan hanya akan diikuti oleh pasangannya atau calon wakil bupati Hj Suwarti.

Berdasarkan informasi berkembang, ketidakhadiran calon bupati nomor urut satu ini dikarenakan diduga terpapar covid 19.

Ketua KPU Musi Rawas Anasta Tias dikonfirmasi wartawan inilahkito,com, Rabu (28/10) membenarkan bahwa debat publik kandidat yang akan digelar pihaknya ini hanya bakal diikuti oleh calon Bupati Musi Rawas nomor urut dua saja, yakni H Hendra Gunawan bersama pasangannya H Mulyana. Sementara kandidat calon bupati nomor urut Satu tidak dapat mengikuti, dan hanya akan diikuti oleh calon wakil bupati Hj Suwarti.

Kepastian tidak hadirnya paslon bupati nomor urut Satu ini kata Anas, setelah pihaknya menerima surat pemberitahuan secara resmi yang menyatakan calon bupati nomor urut satu Hj Ratna Machmud tidak dapat menghadiri acara debat publik dikarenakan sakit.

“Berdasarkan surat yang Kami terima, cabup nomor urut Satu tidak dapat mengikuti debat publik pada 31 Oktober nanti alasannya karena sakit, yang dilampiri surat keterangan sakit dari pihak RSMH Palembang yang menyatakan bersangkutan sakit , dan tidak merinci sakitnya apa,” kata dia.

Meski demikian tambah Anas, pihaknya tetap akan melaksanakan debat publik tersebut meskipun hanya diikuti oleh satu calon bupati H Hendra Gunawan saja bersama pasangannya.

Saat ditanya langkah dan upaya apa yang akan dilakukan KPU seandainya nanti pihaknya menerima secara resmi keterangan yang bersangkutan memang benar terpapar covid?.

“Ini misalnya benar ya, Kami tidak mau terlibat dalam pemberitaan opini.Jika nanti informasi tersebut benar dan kami menerima keterangan resmi dari pihak terkait, tentunya akan Kami pelajari terkait upaya dan langkah apa yang akan KPU Mura lakukan.Ini misalnya ya, seandainya ,” ujar Anas mengingatkan.

Ditambahkan Anas, pihaknya juga akan menunggu keterangan resmi dari pihak terkait mengenai informasi ini.

Sementara itu kuasa hukum Paslon bupati dan wakil bupati Musi Rawas nomor urut Dua H2G-Mulyana, Grees Selly mendatangi kantor KPU guna mengonfirmasi berita beredar dari KPU bahwa paslon nomor urut Satu tidak bisa mengikuti Debat Kandidat perdana tanggal 31 Oktober 2020 nanti.

“Berita beredar luas di media sosial maupun media cetak, tidak ikutnya debat kandidat salah satu paslon Nomor urut Satu diduga terkonfirmasi Covid-19,”ujar Gress Selly usai ketemu dengan ketua KPU didampingi Sekretaris KPU dan Staff KPU Musi Rawas.

Dengan adanya berita tersebut, lanjut Gress Selly pihaknya berkewajiban untuk mengimbau kepada KPU Musi Rawas untuk berintregritas dan kejujuran pasangan nomor urut Satu bila terpapar Covid-19, harusnya baik tim pemenangan maupun paslon harus berani menyebutkan indikasi tersebut.

Tujuannya apa kata dia, penyelamatan masyarakat bukan hanya pilkada, karena ini sudah menjadi bencana pandemi Internasional, orang perorang wajib untuk memutuskan mata rantai covid, maka seharusnya yang di utamakan azaz kemanusiaan.

Gress Selly menambahkan, dengan adanya kesadaran dan kejujuran yang tinggi untuk mengumumkan paslon diduga terpapar covid, itu sudah merupakan bentuk penyelamatan kemanusiaan secara umum.

“Kalau misalnya terus ditutup-tutupi maka yang dirugikan itu masyarakat banyak, karena kita tidak tahu dititik mana terakhir bersangkutan melakukan interaksi atau kontak fisik dengan masyarakat, sehingga masyarakat yang berkontak fisik tersebut dengan bersangkutan bisa jadi ikut terpapar juga,”katanya.(rls/ik)