Minta Kejelasan Soal Paslon Diduga Terpapar Corona, Ketua Satgas Mura Surati RSMH

MUSIRAWAS- Ketua Satgas Penanganan Covid -19 Pemkab Musi Rawas H Ahmad Rizali menyurati Rumah Sakit Muhammad Husein terkait informasi adanya salah satu calon bupati diduga terpapar corona.

Pjs bupati ini menjelaskan, pada dasarnya di tengah wabah pandemi Covid-19 ini siapapun bisa terkena dan terpapar. Untuk itu langkah baik dari tim kampanye atau calon bupati Hj Ratna Mahmud segera meluruskan Informasi yang beredar dimasyarakat dan media massa tersebut.

Dia menegaskan dirinya berada diposisi netral, tidak memihak paslon manapun. Namun,diposisi Ketua Satgas penanganan Covid-19, keterbukaan informasi sangat perlu dilakukan agar pemerintah dapat melakukan tindakan pencegahan secepatnya.

Menjadi PJ bupati ini ada dua tugas penting dan melekat jelas Rizali, pertama memastikan penyelengaraan Pilkada aman dan sukses, dengan berkoordinasi dengan pihak KPU dan Bawaslu Kedua, sebagai Ketua Satgas, Penanganan Covid-19 untuk memastikan dan membuat kebijakan pencegahan serta memutus mata rantai Covid-19.

“Saya Sebagai PJ.Bupati Bersama ASN diposisi netral, namun sebagai ketua Satgas, saya berharap tim atau Cabup Hj.Ratna Mahmud segera meluruskan informasi tersebut termasuk Rumah Sakit Mohammad Husein Palembang yang menangani pasien. Sekali saya tekankan saya diposisi netral, Informasi sangat dibutuhkan untuk kepentingan masyarakat Musi Rawas. Jika benar jangan ditutup-tutupi, banyak kok Kepala Daerah bahkan Menteri sekalipun, jujur mengakui Covid-19 penyakit itukan bukan aib” katanya.Rabu, (28/10).

Dikatakannya dalam waktu dekat Pemkab Mura segera menyurati RSMH untuk meminta kejelasan informasi tersebut.

Sementara itu Plt Dinkes Musi Rawas H.Ristanto Wahyudi mengatakan, terkait beredarnya informasi tersebut pihaknya secara resmi telah menyurati Bawaslu untuk meminta data daerah dan titik mana saja yang telah dikunjungi langsung oleh Paslon Hj Ratna Mahmud, agar mempermudah tindakan Tracking jika informasi yang beredar tersebut benar.

“Dinkes sudah melayangkan surat resmi ke Bawaslu untuk meminta data daerah dan titik-titik mana saja yang sudah dikunjungi Paslon Hj.Ratna Mahmud dalam kegiatan kampanye baru-baru ini agar mempermudah tracking jika informasi yang beredar benar” katanya.

Lebih lanjut H Ristanto menmbahkan, sesuai arahan Bupati, pos pemantau Covid-19 baik ditingkat Kecamatan maupun Desa segera diaktifkan kembali dan melaporkan perkembangannya kepada bupati.(Rls)