Alasan Untuk Materai dan Kwitansi, Dana BLT Warga Temuan Sari Disunat Hingga Rp 100 Ribu

Alasan Untuk  Materai dan Kwitansi, Dana BLT Warga Temuan Sari Disunat Hingga Rp 100 Ribu

MUSIRAWAS – Penyaluran dana bantuan untuk warga miskin terdampak covid 19 di Desa Temuan Sari, Kecamatan Muara Kelingi diduga disunat oleh oknum perangkat desa setempat.

Seyogyanya, penyaluran BLT dilakukan di Balai Desa Temuan Sari, Senin (2/8) lalu, diterima sebesar Rp 1,2 Juta untuk 60 warga yang berhak menerimanya. Namun yang diterima hanya sebesar Rp 1,1 Juta.

Informasi diterima wartawan inilahkito.com dilapangan, Rabu (4/8), sebelum penyaluran BLT ini dilakukan, 60 warga yang mendapat BLT tersebut diundang pihak desa. Namun warga terkejut, karena dana diterima mereka tidak utuh alias dipotong sebesar Rp 100 ribu setiap penerima.

” Alasan pemotongan untuk beli kwitansi dan materai,” kata salah seorang warga Temuan Sari sembari meminta namanya tidak ditulis.

Padahal sebelumnya lanjut dia, setiap kali menerima BLT covid 19 ini, tidak pernah dipotong satu rupiah pun.

” Baru kali ini ada pemotongan di desa Kami, dengan alasan beli materai dan kwitansi,” katanya lagi.

Senada dikatakan warga lainnya yang juga meminta namanya tidak ditulis. Dikatakannya Dua hari setelah menerima BLT, pemotongan sebesar Rp 100 ribu ini dikembalikan lagi kepada penerima berkisar Rp 40 Ribu sampai Rp 50 Ribu.

“Uangnya dikembalikan lagi, tapi Rp 40 ribu ada juga yang Rp 50 ribu,” jelasnya.

Kades Temuan Sari, Leo Candra dikonfirmasi terkait persoalan ini awalnya mengaku tidak tahu adanya pemotongan dana BLT di desanya. Dia berdalih pemotongan tersebut merupakan inisiatif warga sendiri untuk membeli materai dan kwitansi.

“Saya tidak tahu ada pemotongan tersebut. Sebab saat penyaluran, Saya hanya sebentar datang, lalu Saya pergi ke Lubuklinggau. Dan setelah Saya tahu ada potongan, Saya langsung memerintahkan perangkat agar uang tersebut dikembalikan lagi sebesar Rp 50 Ribu dan yang Rp 50 Ribu lagi untuk mterai,” katanya.

Menurutnya, pembagian BLT menggunakan materai tersebut merupakankebijakan Pemdes Temuan Sari, agar benar – benar legal.

Sementara itu Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Musi Rawas, Alexander Zulkarnain dikonfirmasi wartawan mengatakan, jika memang benar ada pemotongan dana BLT di desa Temuan Sari seperti yang disampaikan, pihaknya segera akan memberikan teguran secara lisan. Dan jika ada laporan secara resmi dari warga, pihaknya akan memberikan teguran secara tertulis.

“Intinya penyaluran dana BLT ini harus sesuai aturan dan tidak ada pemotongan. Nanti akan Kami tegur secara lisan dan tertulis terkait kekeliruan dalam penyaluran BLT ini. Jika tidak mempan, akan kita teruskan ke Inspektorat, dan jika tidak mempan juga, biarlah pihak aparat penegak hukum yang menidaknya,” kata Alex.(ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *