Diduga Kurang Pengawasan dan Pengerjaannya Tidak Maksimal, Jalan di Musi Rawas Cepat Rusak

Diduga Kurang Pengawasan dan Pengerjaannya Tidak Maksimal, Jalan di Musi Rawas Cepat Rusak

MUSIRAWAS – Diduga akibat kurangnya pengawasan dari Dinas PU BM serta pengerjaan proyek pemeliharaan jalan tidak maksimal dikerjakan kontraktor, membuat jalan di Musi Rawas cepat rusak.

Salah satunya pemeliharaan jalan Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo – Simpang Semambang Kecamatan Tuah Negeri.

Meskipun sudah dua tahun berturut – turut dianggarkan pemeliharaan, namun kondisi jalan tersebut tetap saja memprihatinkan.

Diketahui pada 2020 lalu, pemeliharaan jalan Q1 Tambah Asri – Simpang Semambang dianggarkan melalui APBD Musi Rawas sebesar Rp 772 Juta dikerjakan CV Cipta. Kemudian disusul 2021 dengan judul proyek yang sama dianggarkan sebesar Rp 1,56 Miliar dikerjakan CV OK Enginer.

Pantauan wartawan di lapangan, Selasa (10/8), sejumlah ruas jalan dari Q1 Tambah Asri – Simpang Semambang puluhan titik mengalami kerusakan, diantaranya berlubang dan aspal yang mengelupas.

Kondisi jalan berlubang ini, tak jarang menyebabkan pengendara alami kecelakaan.

Sejumlah titik jalan yang berlubang cukup besar tersebut, diantaranya terletak diperbatasan Desa Q2 Wonorejo – Dusun Suban. Kemudian di dekat Polpos Dusun Suban Desa Leban Jaya serta di sejumlah titik tak berjauhan dari Sekolahan SMAN Simpang Semambang. Sementara yang kondisinya sudah mengelupas, diantaranya di Dusun Suban Desa Leban Jaya, sejumlah titik di Dusun Lesing Desa Suban Jaya, Dusun Lima Puluhan Desa Bamasco dan di pangkal jembatan Syahrial Oesman.

“Setahu saya sudah dua tahun berturut – turut jalan ini dianggarkan pemeliharaan, tapi kondisinya tetap saja seperti ini. Saya tidak tahu juga, apa karena kurangnya pengawasan atau juga kontraktor yang mengerjakan tidak maksimal,” kata Darso salah seorang pengguna jalan.

Dirinya meminta pihak – pihak berwenang melakukan pemeriksaan terkait anggaran yang telah digelontorkan untuk pemeliharaan jalan tersebut, yang diduga tidak seutuhnya melekat untuk proyek pemeliharaan jalan ini.

Pasalnya kata dia, pemeliharaan yang dikerjakan pada tahun 2021 ini pun juga, diduga kurang maksimal, karena sebagian titik sudah ada yang mengelupas.

“Ironisnya, tak satupun ada pihak – pihak yang melakukan sidak ke lapangan, terkait pengerjaan proyek yang diduga kurang maksimal ini. Apalagi pihak PU Bina Marga terkesan tutup mata, tidak cepat merespon keluhan pengguna jalan, dan terkesan tidak berani menegur kontraktor agar melakukan pengerjaan ulang ,” katanya lagi.

Sementara itu pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Musi Rawas dikonfirmasi wartawan inilahkito.com di kantornya, baik Plt Kadis H Azhari maupun PPTK proyek Eko Supriyadi tidak pernah ada di tempat. Saat dihubungi melalui sambungan seluler, via Whatsshap nomornya tidak aktif.(ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *