Diduga Kurang Pengawasan, Sebabkan Jalan Cepat Rusak

Diduga Kurang Pengawasan, Sebabkan Jalan Cepat Rusak

MUSIRAWAS – Jalan poros Q1 Tambah Asri – Simpang Semambang ini hanya bisa dilalui kendaraan berkapasitas maksimal 5 ton.

Disinyalir kurang pengawasan dan sering dilewati kendaraan bertonase besar, berpotensi sebabkan cepatnya kerusakan jalan.

Pantauan wartawan inilahkito.com, Selasa, (7/9), kendaraaan jenis Fuso mengangkut alat berat tampak melenggang melintasi jalan poros tepatnya di Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas.

” Katanya jalan poros ini tidak boleh dilewati kendaraan yang kapasitasnya lebih dari 5 ton, lah ini kok bisa melintas seenaknya saja,” kata Man warga Kecamatan Tuah Negeri sambil menunjuk ke arah Fuso bermuatan alat berat yang disinyalir lebih dari 5 ton.

Dilanjutkan Man, percuma saja ada tanda larangan melintas bagi kendaraan bertonase besar, jika kondisi di lapangan msih seperti ini.

“Penyebab jalan cepat rusak ini komplit, dari mutu jalan yang dikerjakan rekanan memang tidak bagus, ditambah lagi sering dilintasi kendaraan berbeban besar,” tambahnya.

Seharusnya jelas dia, Pemkab Musi Rawas membentuk tim, yang tujuannya agar jalan poros kabupaten tidak cepat rusak.

“Dengan adanya tim yang khusus untuk menyalamatkan jalan dari kerusakan, bearti sama saja menyelamatkan uang negara yang setiap tahun dianggarkan untuk pemeliharaan jalan,” ketusnya.

Kepala Dinas Perhubungan Musi Rawas Adi Winata mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki perusahaan pemilik kendaraan bertonase besar yang sering melintasi jalan kabupaten tersebut.

“Tolong diselidiki itu milik siapa, Kami juga sedang menyelidiki,” jawabnya singkat.(IK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *