Dikonfirmasi Soal Rehabilitasi SDN Lubuk Rumbai, Hartoyo : Kando Tidak Berwenang Nak Jawabnyo

Dikonfirmasi Soal Rehabilitasi SDN Lubuk Rumbai, Hartoyo : Kando Tidak Berwenang Nak Jawabnyo

MUSIRAWAS – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Hartoyo mengelak dikonfirmasi wartawan terkait pengerjaan rehabilitasi SDN Lubuk Rumbai Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas diduga asal – asalan.

“Temui PPTK nya saja, Kando tidak berwenang nak jawabnyo,” kata Hartoyo ditemui wartawan, Kamis, (2/9).

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan Musi Rawas diminta serius mengawasi pembangunan proyek rehabilitasi gedung sekolah SD dan SMP yang sedang berjalan, khususnya yang bersumber dari APBD Musi Rawas.

Pasalnya diduga, pengerjaan proyek rehabilitasi gedung sekolah yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut, disinyalir dikerjakan asal jadi oleh pihak kontraktor yang mengerjakannya.

Salah satunya pengerjaan rehabilitasi ruang SDN Lubuk Rumbai Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas yang saat ini pengerjaannya sedang berlangsung.

Hasil pengamatan wartawan di lapangan, Selasa (31/8), pengerjaan proyek rehabilitasi dengan anggaran Rp 527.250.000 bersumber dari APBD Musi Rawas tahun 2021 tersebut diduga dikerjakan asal-asalan.

Bahan material berupa kayu rangka atap disinyalir kayu bekas dan menggunakan kayu tidak standar baku alias kayu racuk.

Selain itu, dinding bangunan yang hanya menyambung dari dinding bangunan yang lama, disinyalir tidak menggunakan cor slof.

Di lokasi proyek, tidak ditemukan papan proyek yang dikerjakan oleh CV inisial RPJ tersebut.

Salah seorang warga Lubuk Rumbai, Nop kepada wartawan inilahkito.com mendesak pihak Dinas Pendidikan dan pihak berkompeten agar serius mengawasi pelaksanaan proyek tersebut. Jangan sampai anggaran Setengah Miliar lebih menjadi ajang oknum untuk memperkaya diri.

“Anggarannya Setengah Miliar lebih, tapi pengerjaannya diduga tidak sesuai RAB, karena disinyalir menggunakan kayu bekas dan kayu tidak berkelas atau memenuhi standar,” kata dia.

Dia mendesak pihak Diknas Pendidikan untuk turun kelapangan,jika memang pengerjaannya tidak sesuai RAB, agar dilakukan pembongkaran.

“Jika pihak Dinas Pendidikan tidak berani, patut diduga ada kongkalikong antara kontraktor dengan pihak Diknas,” katanya.

Sementara PPTK proyek rehabilitasi SDN Lubuk Rumbai, Nety Herawati mengucapkan terimakasih atas pengawasan wartawan terhadap pengerjaan proyek tersebut. Dirinya selaku PPTK berjanji akan segera kelapangan untuk mengecek langsung kondisi pengerjaan proyek tersebut.

“Oke, trims atas pengawasannya akan di cek lsg ke lapangan,” ujarnya singkat melalui pesan whats app.

Sementara itu hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan Musi Rawas belum melakukan upaya pengawasan maksimal agar pengerjaan rehabilitasi SDN tersebut benar – benar dikerjakan sesuai ketentuan.

Bahkan pengerjaannya tetap berlanjut, tanpa mengindahkan temuan dan pengamatan wartawan.

Sementara itu pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, hingga saat ini belum berhasil dimintai tanggapannya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *