Kapasitas SDM Pertanian di Leban Jaya Ditingkatkan Melalui SL IPDMIP

Kapasitas SDM Pertanian di Leban Jaya  Ditingkatkan Melalui SL IPDMIP

MUSiRAWAS – Sedikitnya 25 orang petani di Desa Leban Jaya Kabupaten Musi Rawas yang tergabung pada kelompok tani Sri Rahayu mengikuti Sekolah Lapang (SL) Petani.

Dengan tetap mematuhi prokes covid 19, pertemuan melalui sekolah lapang petani program IPDMIP tahun 2021 di Desa Leban Jaya ini, sudah berlangsung sebanyak Enam kali, yang rencananya digelar 12 kali pertemuan sepanjang tahun 2021.

Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) Leban Jaya Hindun Kusumaningsih, Amd didampingi pendamping IPDMIP Ghina Yulianti, Spt dan kepala BPP Tuah Negeri Zulkifli di lokasi SPL, Kamis (15/7) mengatakan, petani yang mengikuti sekolah ini diberikan materi pengetahuan. Diantaranya tentang cara Pengendalian Hama Terpadu ( PHT) dengan pemateri Amrillah dari POPT Kecamatan Tuah Negeri, dan praktek langsung pembuatan pestisida nabati oleh Teddy Kosasih (koordinator POPT Kabupaten Musi Rawas).

“Ini sudah pertemuan yang keenam dari 12 kali pertemuan pada 2021 ini,” kata Hindun yang juga didampingi ketua Gapoktan Leban Jaya H Amin.

Selain diberikan materi tentang pengendalian hama dan pembuatan pestisida nabati, petani yang mengikuti sekolah ini diberikan seragam dan uang tranport setiap kali pertemuan.

” Tujuan pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam melakukan kegiatan budidaya dan pengelolaan usaha tani, meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan usaha taninya secara produktif,” katanya.

Sementara itu sekretaris Disnakan Musi Rawas Tohirin menambahkan, IPDMIP ini merupakan singkatan dari Integrated Particifatory Development and Management Irrigation Program. Yakni program Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Partisipatif Terpadu.

Kegiatan dilakukan diantaranya Sekolah Lapangan Kelompok P3A atau kelompok tani, yang tujuannya agar petani mampu merencanakan dan melaksanakan pengelolaan irigasi di tingkat usaha tani secara mandiri, dalam wadah P3A/ kelompok tani. Kemudian menyesuaikan kebutuhan air pada pelaksanaan usaha tani padinya berdasarkan kondisi ketersediaan air untuk tanaman padi secara bijaksana.

“Dimana tujuan akhirnya yakni untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi padi,” jelas dia.(ik))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *